Rasa Pedas Sering Dikaitkan dengan Keringatan
- 01 Okt 2026 00:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Sensasi pedas setelah menyantap cabai atau makanan berbumbu tajam sering kali diikuti keluarnya keringat, terutama di wajah, kepala, leher hingga tubuh bagian atas. Kondisi tersebut bukan sekadar perasaan panas, tetapi merupakan respons tubuh terhadap capsaicin, senyawa utama pada cabai yang menimbulkan sensasi terbakar. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa makanan pedas dapat membuat tubuh merasa lebih panas dan memicu kelenjar keringat bekerja lebih aktif.
Makanan pedas bisa menyebabkan keringat karena zat Capsaicin berinteraksi dengan reseptor saraf yang dikenal sebagai TRPV1, yaitu reseptor yang sensitif terhadap panas dan rangsangan kimia. Ketika reseptor tersebut aktif, otak menerima sinyal seolah-olah tubuh sedang menghadapi panas. Sebagai respons, tubuh dapat mengaktifkan mekanisme pelepasan panas, salah satunya melalui produksi keringat. Kajian ilmiah mengenai capsaicin juga menunjukkan adanya hubungan antara aktivasi TRPV1 dengan respons pengaturan suhu tubuh.
Respons setiap orang tidak sama. Ada orang yang hanya mengalami keringat ringan di sekitar wajah, sementara lainnya dapat berkeringat cukup banyak meskipun mengonsumsi makanan dengan tingkat kepedasan yang sama. Faktor seperti sensitivitas terhadap capsaicin, jumlah makanan pedas yang dikonsumsi, suhu lingkungan, serta kondisi tubuh dapat memengaruhi banyaknya keringat. Cleveland Clinic juga mencatat bahwa makanan pedas merupakan salah satu pemicu keringat selain suhu panas, aktivitas fisik dan faktor emosional.
Akibat makanan pedas ini Keringat dapat muncul ketika seseorang sedang makan atau tidak lama setelah mengonsumsi makanan pedas. Fenomena ini dikenal sebagai gustatory sweating, yaitu keluarnya keringat sebagai respons terhadap rangsangan makanan.
Literatur ilmiah mencatat bahwa konsumsi cabai dapat memicu keringat pada manusia. Pada sebagian orang, respons tersebut dapat lebih menonjol pada area wajah dan kepala.
Capsaicin memang diketahui dapat memengaruhi sejumlah mekanisme termoregulasi dan metabolisme, tetapi keringat setelah makan pedas tidak dapat dijadikan ukuran bahwa seseorang sedang membakar kalori dalam jumlah besar. Karena itu, makanan pedas tidak seharusnya dianggap sebagai cara utama untuk menurunkan berat badan. Fokus tetap perlu diberikan pada pola makan seimbang dan aktivitas fisik.
Bagi sebagian orang, makanan pedas juga dapat menimbulkan keluhan lain seperti rasa terbakar, mulas, mual atau diare apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Cleveland Clinic menyarankan agar konsumsi makanan pedas disesuaikan dengan toleransi masing-masing, terutama bagi orang yang mudah mengalami gangguan pencernaan. Jika keringat muncul secara berlebihan bahkan tanpa makanan pedas atau disertai keluhan lain, kondisi tersebut sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Rasa pedas sering dikaitkan dengan keringatan karena capsaicin mengaktifkan reseptor TRPV1 yang memberikan sinyal sensasi panas kepada sistem saraf, sehingga tubuh merespons dengan mekanisme pelepasan panas, termasuk berkeringat. Jadi, keringat setelah makan sambal atau cabai pada umumnya merupakan respons fisiologis tubuh terhadap sensasi pedas, bukan semata-mata tanda bahwa suhu tubuh benar-benar sedang meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....