Asal Olahraga Padel, Perlengkapannya, Penghitungan Skor & Cara Bermain

  • 01 Okt 2026 00:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Olahraga padel dalam beberapa tahun terakhir semakin dikenal sebagai salah satu olahraga raket yang memadukan unsur permainan tenis dan squash. Padel ditemukan oleh Enrique Corcuera di Acapulco, Meksiko, pada 1969. Corcuera membuat lapangan berukuran sekitar 20 x 10 meter di rumahnya karena tidak memiliki cukup ruang untuk membangun lapangan tenis, kemudian dinding di sekitar lapangan justru dijadikan bagian dari permainan. Federasi Padel Internasional atau FIP mencatat, olahraga ini kemudian menyebar ke Spanyol dan Argentina sebelum berkembang ke berbagai negara.

Padel umumnya dimainkan secara ganda, yakni dua pemain menghadapi dua pemain lainnya, di lapangan tertutup berukuran 10 x 20 meter. Salah satu ciri khasnya adalah bola tetap dapat dimainkan setelah memantul di permukaan lapangan kemudian mengenai dinding yang menjadi bagian dari area permainan. Karakter tersebut membuat padel berbeda dari tenis, meskipun sistem penghitungan skornya pada dasarnya menggunakan pola yang sama.

Pemain membutuhkan raket padel, bola padel, sepatu olahraga yang sesuai dengan permukaan lapangan, serta pakaian olahraga. Raket padel berbeda dari raket tenis karena tidak menggunakan senar dan memiliki permukaan padat berlubang. Bola yang digunakan juga merupakan bola khusus padel yang memenuhi ketentuan FIP. Sementara lapangannya dilengkapi jaring di tengah serta dinding kaca dan jaring logam sebagai bagian dari area permainan. FIP menyediakan aturan resmi mengenai lapangan, bola dan raket sebagai bagian dari standar pertandingan.

Dalam sistem dasar padel, poin dalam satu gim dihitung 15, 30, 40 dan game. Jika kedudukan mencapai 40-40 atau deuce, pertandingan mengikuti mekanisme penentuan poin sesuai aturan kompetisi yang digunakan. Secara umum, satu set dimenangkan oleh pasangan yang memperoleh enam gim dengan selisih minimal dua gim, dengan tiebreak apabila kedudukan mencapai 6-6 dalam format standar. Pertandingan umumnya menggunakan sistem best of three set, meskipun format tertentu dapat menetapkan mekanisme alternatif sebelum pertandingan dimulai.

Servis dalam Padel dilakukan secara diagonal menuju kotak servis lawan dan dilakukan dari bawah, setelah bola dipantulkan terlebih dahulu. Pemain harus berada di belakang garis servis ketika melakukan servis. Jika servis pertama gagal, pemain memperoleh kesempatan servis berikutnya sesuai ketentuan permainan. Setelah servis berhasil, kedua pasangan berusaha mengembalikan bola ke area lawan, dan dinding dapat dimanfaatkan dalam strategi permainan selama bola memenuhi ketentuan pantulan yang berlaku.

Olahraga ini menarik karena kuran lapangan yang lebih kecil dibandingkan lapangan tenis ganda dan format permainan berpasangan membuat padel memiliki unsur olahraga sekaligus interaksi sosial. FIP menyebut padel kini telah berkembang secara global; pada 2026, FIP mencatat olahraga tersebut dimainkan di lebih dari 150 negara dengan sekitar 35 juta pemain amatir di seluruh dunia. Perkembangan itu turut mendorong hadirnya berbagai kompetisi dan sistem pembinaan padel di tingkat internasional.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba padel, memahami asal-usul, perlengkapan, sistem skor dan tata cara permainan menjadi langkah awal agar dapat bermain dengan aman dan sesuai aturan. Padel memang memiliki kemiripan dengan tenis, tetapi penggunaan dinding, raket tanpa senar, servis bawah serta karakter lapangannya membuat olahraga ini memiliki teknik dan strategi tersendiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....