Mengenal Lebih Dekat Bagaimana Jangkrik Bisa Bersuara

  • 31 Agt 2026 22:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Suara jangkrik yang terdengar nyaring, terutama pada malam hari, ternyata bukan berasal dari mulutnya. Jangkrik menghasilkan suara melalui mekanisme khusus pada bagian sayap depannya yang dikenal sebagai stridulation. Fenomena ini banyak ditemukan pada jangkrik jantan dewasa dan menjadi salah satu cara penting bagi mereka untuk berkomunikasi. Penjelasan mengenai mekanisme tersebut antara lain dipaparkan oleh Smithsonian Institution dan sejumlah lembaga perguruan tinggi melalui kajian entomologi.

Jangkrik jantan bisa menghasilkan suara karena memiliki dua bagian khusus pada sayap depannya, yaitu file berupa deretan tonjolan kecil seperti gigi dan scraper atau penggesek berupa bagian yang lebih keras. Ketika kedua sayap digerakkan dan saling bergesekan, bagian penggesek melewati deretan tonjolan tersebut sehingga menimbulkan getaran yang kemudian terdengar sebagai bunyi “krik-krik”. Proses inilah yang disebut stridulation.

Suara tersebut bukan sekadar bunyi tanpa tujuan. Bagi jangkrik jantan, suara terutama digunakan untuk menarik perhatian jangkrik betina sebagai bagian dari proses mencari pasangan. Selain itu, suara tertentu juga dapat digunakan untuk mempertahankan wilayah dan memberi tanda kepada jangkrik jantan lainnya agar menjauh. Washington State University menjelaskan bahwa pola suara dapat berbeda antara jenis jangkrik, sehingga suara juga membantu jangkrik mengenali individu dari spesies yang sama.

Menariknya, tidak semua jangkrik dapat “bernyanyi”. Pada banyak jenis jangkrik, kemampuan menghasilkan suara berasal dari struktur khusus pada sayap depan jangkrik jantan, sedangkan betina tidak memiliki struktur file dan scraper yang diperlukan untuk melakukan stridulation. Karena itu, suara jangkrik yang biasa didengar di sekitar rumah atau lingkungan terbuka umumnya berasal dari jangkrik jantan.

jangkrik mendengar suara pasangannya karena memiliki organ pendengaran yang disebut tympanum atau membran timpani pada bagian kaki depan. Organ tersebut bekerja menyerupai gendang telinga, yaitu bergetar ketika terkena gelombang suara dan kemudian meneruskan informasi tersebut ke sistem saraf. Dengan kemampuan ini, jangkrik betina dapat mendeteksi dan merespons suara yang dihasilkan oleh jangkrik jantan.

Jangkrik biasanya terdengar pada malam hari karena aktivitas jangkrik dan kondisi lingkungan membuat suara mereka lebih mudah terdengar. Namun, pola bunyi dan aktivitas setiap spesies dapat berbeda. Bahkan, University of Maryland Extension mencatat bahwa pada jenis tertentu, suhu lingkungan dapat memengaruhi kecepatan jangkrik menghasilkan suara, sehingga semakin hangat kondisi lingkungan, frekuensi kicauannya dapat menjadi lebih cepat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....