Kenali Gejala yang Bisa Berakibat Fatal saat Bersepeda di Tanjakan

  • 30 Jun 2026 17:04 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Betapa bahagianya ketika kita bisa bersepeda bisa melalui berbagai rintangan utamanya adalah bisa menahlukan rintangan jalan yang menanjak.Bersepeda di tanjakan menjadi tantangan yang disukai banyak pesepeda karena mampu meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan tubuh. Namun, aktivitas ini juga dapat memicu kondisi berbahaya apabila dilakukan secara berlebihan atau ketika tubuh memberikan sinyal yang diabaikan. Karena itu, pesepeda perlu mengenali gejala-gejala yang berpotensi berakibat fatal sejak dini.

Saat melewati tanjakan, tubuh bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Gejala yang harus diwaspadai antara lain nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas yang tidak kunjung membaik setelah mengurangi intensitas, pusing, pandangan berkunang-kunang, jantung berdebar sangat cepat atau tidak beraturan, hingga muncul keringat dingin. Bila gejala tersebut muncul, pesepeda sebaiknya segera berhenti dan mencari pertolongan medis

Menurut para ahli kesehatan jantung, memaksakan diri terus mengayuh saat tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan ekstrem dapat meningkatkan risiko gangguan jantung, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung namun belum terdiagnosis. Intensitas latihan yang terlalu tinggi juga dapat membahayakan bila tidak disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.

Selain gangguan jantung, tanjakan juga meningkatkan risiko cedera otot dan sendi. Kayuhan yang terlalu berat tanpa pemanasan atau pengaturan posisi sepeda yang tepat dapat menyebabkan nyeri lutut, cedera tendon Achilles, hingga nyeri punggung bawah. Oleh karena itu, penting memastikan posisi sadel dan teknik mengayuh sudah sesuai sebelum menaklukkan rute menanjak

Untuk mencegah risiko tersebut, pesepeda disarankan melakukan pemanasan selama 10–15 menit, menjaga irama kayuhan dengan gigi yang lebih ringan saat menanjak, mencukupi kebutuhan cairan, serta tidak memaksakan diri mengejar kecepatan. Beristirahat sejenak ketika napas mulai tidak terkendali merupakan langkah yang lebih aman dibanding terus memaksakan kayuhan.

Bagi pesepeda berusia di atas 40 tahun atau yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, maupun penyakit jantung dalam keluarga, pemeriksaan kesehatan secara berkala sebelum rutin melakukan gowes di medan berat juga sangat dianjurkan. Dengan mengetahui kondisi tubuh, risiko kejadian yang mengancam keselamatan dapat diminimalkan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....