Duel Super Atlet di Puncak Everest

  • 03 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Mendaki Gunung Everest merupakan pertarungan maut melawan cuaca ekstrem dan tipisnya oksigen yang menguji batas kemanusiaan. Namun, atlet Karl Egloff dan Tyler Andrews justru berencana mendaki puncak tertinggi dunia ini dalam waktu singkat tanpa bantuan oksigen tambahan.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, Karl Egloff yang berusia 45 tahun merupakan pendaki berpengalaman keturunan Swiss-Ekuador dengan latar belakang pembalap sepeda dunia. Sementara itu, Tyler Andrews adalah pelari maraton berbakat dari Boston yang mulai menekuni lari gunung saat pandemi melanda dunia.

Keduanya akan menghadapi jalur pendakian sisi selatan Nepal yang diprediksi akan menjadi sangat padat sepanjang musim pendakian tahun 2026. Pemerintah Nepal telah mengeluarkan 450 izin pendakian yang berarti akan ada sekitar 900 orang yang memadati rute sempit menuju puncak.

Kondisi jalur pendakian tahun ini semakin berbahaya akibat ancaman runtuhan pilar es raksasa atau ‘serac’ di kawasan Khumbu Icefall. Para ahli memperingatkan bahwa kemacetan di titik Hillary Step dapat memaksa para atlet untuk mengantre di zona kematian yang membekukan.

Andrews sangat berambisi mengejar rekor pendakian selama 20 jam 24 menit yang sebelumnya dicatatkan oleh Kaji Sherpa pada tahun 1998. Di sisi lain, Egloff lebih fokus pada rekor perjalanan pulang-pergi karena baginya kemampuan turun gunung dengan aman adalah bagian dari strategi.

Kedua atlet ini telah melewati latihan fisik yang sangat menyiksa termasuk menghabiskan ratusan jam tidur di dalam tenda hipoksia. Tyler Andrews bahkan berlatih lari cepat di gunung berapi Cotopaxi untuk mempersiapkan paru-parunya menghadapi kondisi udara yang sangat tipis.

Keberuntungan menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan mereka di tengah cuaca yang sulit ditebak dan risiko kesehatan seperti batuk Khumbu. Pemandu senior Dawa Steven menegaskan bahwa persiapan fisik saja tidak cukup jika kondisi alam dan kerumunan tidak mendukung aksi mereka.

Egloff dan Andrews kini berada di Nepal untuk memantau celah cuaca terbaik demi mewujudkan ambisi besar yang sempat gagal tahun lalu. Publik menanti apakah salah satu dari mereka berhasil mengukir sejarah baru atau justru harus tunduk pada keangkuhan alam Everest.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....