Tanjakan Sarwadadi: Uji Nyali dan Solidaritas Tim Gowes RRI
- 25 Apr 2026 08:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, CIREBON –Halaman kantor RRI Cirebon di Jalan Brigjen Dharsono tampak lebih riuh dari biasanya pada Jumat pagi 24 April 2026. Sebanyak 15 pesepeda yang tergabung dalam Tim Gowes RRI berkumpul dengan setelan lengkap, menunjukkan antusiasme yang lebih besar dibanding pekan-pekan sebelumnya.
Jarum jam baru menunjukkan pukul 07.00 WIB saat rombongan mulai mengayuh pedal, memecah udara pagi menuju rute yang menjanjikan kombinasi antara aspal perkotaan dan tantangan alam yang menguras keringat. Perjalanan dimulai dengan ritme santai melintasi Jalan Perjuangan, menyusuri kepadatan tipis kota sebelum akhirnya memasuki kawasan Perumahan Arumsari.
Udara mulai terasa lebih segar saat tim bergerak menuju Sampiran. Di sini, formasi barisan masih terjaga rapi, meski beberapa peserta mulai mengatur napas untuk menghadapi menu utama yang sudah melegenda di kalangan pesepeda lokal: jalur menanjak menuju Desa Sarwadadi.
Benar saja, "tanjakan kejam" arah Sarwadadi langsung menyambut tanpa basa-basi. Tanjakan curam dengan sudut kemiringan yang menantang ini sukses menjadi ujian fisik sekaligus mental bagi para goweser.
Beberapa peserta terpaksa harus "menyerah" pada gravitasi dan memilih menuntun sepeda mereka demi mengistirahatkan otot kaki yang menegang. Meski peluh bercucuran, suasana tetap cair dengan gelak tawa dan teriakan penyemangat yang menggema di sepanjang jalur pendakian tersebut.
Setelah melewati titik paling kritis di tanjakan pertama, beban terasa sedikit ringan saat melintasi tanjakan-tanjakan berikutnya yang lebih landai. Perjuangan keras itu akhirnya terbayar lunas saat rombongan tiba di titik finis, Embung Sarwadadi.
Hamparan air yang tenang berlatar pemandangan hijau yang asri seketika menyapu rasa lelah. Di tepi embung, tim melepas penat sejenak sembari menikmati panorama alam yang menjadi oase di tengah rutinitas pekerjaan yang padat.
Keseruan belum berakhir di sana, karena perjalanan pulang menuju kantor RRI Cirebon menyuguhkan sensasi yang berbeda. Jika saat berangkat adrenalin dipicu oleh tanjakan, jalanan menurun saat kembali menjadi ajang bagi para peserta untuk menikmati kecepatan dan embusan angin.
Sorak-sorai kecil terdengar saat sepeda meluncur mulus, memberikan kepuasan tersendiri setelah sebelumnya harus bersusah payah menaklukkan ketinggian. Heru Wahyono, salah satu anggota tim yang ikut dalam peluh pagi itu, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan tim mencapai tujuan.
"Rutenya cukup menantang dengan tanjakan yang tajam, tetapi alhamdulillah semua selamat sampai tujuan dan tim juga sangat solid," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga, melainkan ajang mempererat kebersamaan. "Ke depan, kita sudah merencanakan rute lain yang pastinya tidak kalah menyenangkan dari ini," pungkasnya dengan optimis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....