Cara Bunda Literasi Kota Cirebon Alihkan Perhatian Anak dari Gadget

  • 25 Apr 2026 02:19 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Bunda Literasi Kota Cirebon, Noviyanti Edo, menekankan pentingnya membangun budaya literasi yang menyenangkan dan tidak memaksa di tengah kuatnya pengaruh digitalisasi terhadap anak-anak, dengan pendekatan yang disesuaikan minat agar membaca menjadi kebiasaan sejak dini. Hal tersebut disampaikan dalam program Cirebon Menyapa Masyarakat Episode 16 pada rangkaian Caruban Literasi Festival 2026, Rabu, 22 April 2026, di Grage City Mall, Kota Cirebon.

Noviyanti Edo mengungkapkan bahwa peran sebagai Bunda Literasi merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara serius untuk mendorong tumbuhnya literasi di masyarakat. Ia menyatakan, “yang tadinya saya tidak peduli dengan membaca itu, tetapi setelah terjun, saya diamanatkan sebagai Bunda literasi, di sini saya sudah harus mengambil alih bagaimana saya mempunyai tanggung jawab bagaimana caranya literasi ini bisa tumbuh di Kota Cirebon,” ujarnya kepada RRI.

Ia menilai tantangan terbesar dalam mengembangkan literasi saat ini berasal dari maraknya penggunaan gadget pada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, kondisi tersebut membuat upaya meningkatkan minat baca menjadi tidak mudah karena perhatian anak sudah teralihkan pada perangkat digital.

Karena itu, Noviyanti menegaskan bahwa literasi harus diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan agar anak tidak merasa terpaksa. Ia mengatakan, “bagaimana membaca itu menyenangkan dengan tidak cara memaksa, memaksa dan anaknya jadi pundung kalau misalnya seperti itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu cara efektif adalah dengan menyesuaikan bahan bacaan dengan minat anak, misalnya melalui cerita tentang hewan yang dikemas dalam bentuk dongeng menarik. Pendekatan tersebut dinilai mampu membuat anak lebih tertarik untuk berinteraksi dengan buku dibandingkan langsung diarahkan membaca secara formal.

Selain metode pendekatan, ia juga menekankan pentingnya ketersediaan buku yang mudah diakses oleh anak-anak di lingkungan keluarga. Menurutnya, buku harus sering dihadirkan dan dikenalkan agar anak terbiasa melihat dan membacanya.

Noviyanti menuturkan, “buku itu bukan untuk dipajang saja, kita harus menggelarnya pada anak-anak, sering-sering kita memberikannya, sehingga interaksi anak dengan buku dapat terbangun secara alami dan berkelanjutan," katanya.

Ia juga membagikan pengalaman pribadinya dalam mengenalkan literasi kepada cucunya yang sebelumnya akrab dengan gadget. Ia mengatakan, “setelah diperlihatkan dia sekarang senang, jadi minta dibacakan buku, yang menunjukkan bahwa pendekatan bertahap dapat mengubah kebiasaan anak," ucapnya.

Melalui upaya tersebut, ia berharap masyarakat, khususnya orang tua di Kota Cirebon, lebih peka terhadap minat anak dan mampu mengarahkan mereka pada kegiatan literasi sejak dini. Hal ini dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki kebiasaan membaca dan kemampuan literasi yang baik di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....