Band Indie Efek Rumah Kaca Punya Toko Buku

  • 24 Nov 2025 14:05 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Para musisi memiliki caranya masing-masing untuk berkontribusi kepada masyarakat. Tidak hanya dengan musik, grup band Efek Rumah Kaca menyediakan ruang untuk bertukar pikiran, berbagi dan belajar tentang musik, seni, sejarah, budaya, dan aspek pengetahuan lainnya sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.

Ruang tersebut bernama Kios Ojo Keos di daerah Jakarta Selatan yang pertama kali diperkenalkan oleh Efek Rumah Kaca pada tahun 2018. Mengutip dari laman whiteboardjournal.com, nama Ojo Keos diambil dari julukan yang diberikan kepada kru Efek Rumah Kaca saat mereka tampil di panggung.

Menurut mereka, nama ini dipilih sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kru terhadap ERK. Lebih dari sekadar nama, pengelolaan Ojo Keos juga melibatkan personel, kru, dan tim Efek Rumah Kaca itu sendiri.

Dilansir dari laman superlive.id, pada awalnya, Kios Ojo Keos dirancang sebagai toko buku independen. Di dalamnya tersedia sekitar 700 buku yang dapat dibaca maupun dibeli oleh para pengunjung.

Namun seiring waktu, konsep tersebut diperluas agar ruang ini juga dapat menjadi tempat bagi masyarakat yang ingin berdiskusi. Kios Ojo Keos rutin mengadakan diskusi dan bedah buku setiap minggu.

Bahkan siapapun dipersilakan datang hanya untuk membaca atau sekadar mendengarkan jalannya diskusi. Dengan berbagai kegiatan yang ditawarkan, Kios Ojo Keos menjadi bukti bagaimana band indie ini tidak hanya berkarya melalui musik, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan literasi dan ruang diskusi publik di era digitalisasi.

Kehadiran mereka membuka peluang bagi siapa saja untuk bertemu, belajar, dan berbagi ide dalam suasana yang inklusif dan hangat.(Sumber: whiteboardjournal.com & superlive.id/Shobilatul Fadhilah/IPB Cirebon)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....