Mengatasi Perilaku 'Salto' Pada Cucak Ijo
- 21 Okt 2025 22:10 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Fenomena burung Cucak Ijo yang tiba-tiba menunjukkan perilaku 'salto' atau membalikkan badan secara berulang di dalam sangkar seringkali menjadi masalah serius bagi para pecinta burung kicau. Perilaku ini, yang secara visual tidak sedap dipandang dan mengganggu performa, umumnya bukan disebabkan oleh penyakit fisik, melainkan masalah psikologis dan ketidakstabilan emosi (birahi).
Menurut pengamat burung, perilaku salto pada Cucak Ijo adalah indikasi kuat bahwa burung sedang mengalami "Over Birahi" (OB) yang parah, stres, atau ketidaknyamanan ekstrem di lingkungan sangkar. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat menjadi permanen dan membuat burung tidak layak untuk dilombakan.
Dilansir dari pamankicau.com, berikut ini adalah beberapa cara yang paling ampuh mengatasi Cucak Ijo salto:
1. Full Krodong
Pertama, full krodong cucak ijo seharian dan jangan banyak ditengok. Bisa jadi cucak ijo tidak bisa tenang karena ia stress atau karena banyak burung lain di sekitarnya.
Cek burung hanya saat mengganti makanan dan minuman saja. Sebenarnya tanpa ditengok dari dekat pun, Anda bisa mendengar cucak ijo sudah tenang atau masih salto-salto.
2. Belikan Tangkringan yang Nyaman
Penyebab cucak ijo naik turun bisa jadi karena tangkringannya terlalu besar, terlalu kecil, dan tidak nyaman di kaki burung. Biasanya hal ini terjadi karena Anda mengambil sembarang ranting untuk tangkringan.
Di toko-toko burung, biasanya sudah ada yang jual tangkringan khusus burung cucak ijo. Tangkringan itu berasal dari kayu manis yang juga baik untuk kuku burung cucak ijo.
3. Pastikan Birahinya Tidak Terlalu Tinggi
Salah satu ciri burung cucak ijo kurang birahi adalah selalu diam, jadi kalau dia over birahi akan jadi kebalikannya yaitu hiperaktif alias tidak bisa diam. Termasuk ketika ia jadi sering naik turun tangkringan dan sering salto.
Tapi sederhananya, menurunkan birahi cucak ijo bisa dilakukan dengan cara dimandikan, jangan dijemur dulu, diberi ulat bambu, berikan pepaya, stop memberi jemawut sementara.
4. Ganti Sangkar Burung dengan yang lebih kecil
Sangkar yang terlalu besar juga jadi penyebab cucak ijo tidak bisa diam. Biasanya burung akan loncar ke langit-langit sangkar kemudian turun lagi ke lantai.
Jika Anda punya sangkar cadangan, pakai dulu sangkar yang lebih kecil dan lihat perkembangannya. Jika burung jadi lebih tenang, maka ganti saja sangkarnya pakai yang baru.
5. Sekali-kali, Masukan ke Kandang Umbaran
Selanjutnya jika Anda punya kandang umbaran di rumah, coba sekali-kali masukan cucak ijo di sangkar tersebut. Kandang umbaran ini ukurannya cukup lebar, sehingga burung bisa lompat sana lompat sini sepuasnya.
Nanti kalau sudah capek, cucak ijo tidak akan naik turun tangkringan lagi di kandang yang biasa. Momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk melatih stamina cucak ijo agar tidak cepat loyo saat bongkar isian.
6. Coba Pasang 2 Tangkringan di Satu Sangkar
Dengan memasang dua tangkringan, ruang gerak cucak ijo akan jadi semakin terbatas. Jadi dia tidak bisa salto lagi.
Kebiasaan ini mungkin akan berganti jadi sering loncat dari tangkringan satu ke tangkringan lainnya. Tapi hal ini lebih mending dibandingkan salto salto sampai tidak mau bunyi.
7. Terapi Suara Alam
Yang terakhir, Anda bisa coba terapi suara alam agar cucak ijo yang tidak bisa tenang jadi normal lagi. Suara alam yang digunakan bisa berupa suara jangkrik, tetesan air, suara angin, dan masih banyak lagi.
Jika di sekitar rumah Anda ada suara yang asli, maka akan lebih bagus. Tapi jika tidak ada, pakai rekaman MP3 saja juga tidak apa-apa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....