Novel ‘Unfinished Goodbye’: Ternyata Kita Belum Seselesai Itu

  • 04 Sep 2025 10:51 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Pernahkah kamu merasa lelah karena terus mengorbankan diri demi orang lain, sampai lupa bagaimana cara mencintai dirimu sendiri? Inilah yang dialami Ranu, seorang psikolog yang dikenal piawai menyembuhkan luka banyak orang, tetapi justru menyembunyikan luka batin dalam dirinya.

Novel Unfinished Goodbye karya Syahid Muhammad, diterbitkan oleh Gradien Mediatama pada tahun 2024 dengan tebal 299 halaman, bercerita tentang Ranu, seorang psikolog yang dikenal karena kepandaiannya membantu banyak orang. Namun, di balik citra profesional itu, ia sendiri masih menyimpan luka yang belum sembuh. Ranu terjebak dalam lingkaran pertemanan toxic, di mana ia sering kali mengorbankan dirinya hanya demi memahami sisi gelap orang lain. Satu-satunya sosok yang benar-benar tulus hadir dalam hidupnya adalah Sabrina, seorang perempuan pecinta petualangan lintas negara. Sayangnya, kebersamaan mereka tidak berlangsung lama. Beberapa bulan kemudian, Sabrina meninggal karena depresi. Peristiwa itu meninggalkan duka sekaligus rasa bersalah yang begitu mendalam di hati Ranu.

Setelah kepergian Sabrina, Ranu memilih bepergian ke tempat baru untuk mencari ketenangan sekaligus jawaban atas rasa bersalah yang terus menghantuinya. Di perjalanan itu, ia bertemu dengan orang-orang tulus dan lingkungan yang mendukung, hingga perlahan ia bisa kembali berdiri. Yang paling penting, Ranu akhirnya berani menerima kenyataan dan mulai belajar membela dirinya sendiri di depan pertemanan toxic-nya.

Lewat kisah ini, kita diajak menyadari betapa pentingnya mencintai diri sendiri dan berani melepaskan hubungan yang toxic demi kebaikan kita. Setiap orang memang punya luka dan perjuangan masing-masing, sehingga empati memang perlu, tapi bukan berarti harus terus-menerus mengorbankan diri. Novel ini mengajarkan bahwa kedamaian hadir saat kita mampu menerima masa lalu, memaafkan diri sendiri, dan juga lingkungan sekitar. Sementara kebahagiaan sering muncul dari arah yang tidak kita duga, asalkan kita punya keberanian untuk melangkah dan membuka diri pada pengalaman baru.

Untuk Anda yang hobi membaca, novel ini lebih dari sekadar bacaan. Unfinished Goodbye menjadi pengingat bahwa hidup selalu memberi kesempatan kedua bagi mereka yang mau membuka diri. Sebab, pada akhirnya, kedamaian dan kebahagiaan bisa kita temukan—bukan di masa lalu, melainkan di langkah-langkah baru yang berani kita ambil.

(Shobilatul Fadhilah_IPB Cirebon)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....