Unik! Suara Hummingbird Berasal dari Kepakan Sayap

  • 25 Agt 2025 20:50 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Burung hummingbird atau kolibri dikenal karena kemampuan terbangnya yang unik dan menakjubkan. Burung mungil ini mampu melayang di udara bahkan terbang mundur, gerakan yang jarang dimiliki spesies burung lain. Menurut National Zoo Smithsonian, suara khas “hum” berasal dari kepakan sayap yang bisa mencapai 80 kali per detik. Kecepatan tersebut menjadikannya salah satu makhluk dengan teknik terbang paling efisien di dunia.

Kolibri juga memiliki metabolisme luar biasa tinggi dibandingkan burung lain. Peneliti dari Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa metabolisme kolibri dapat menyokong kebutuhan energi ekstrem saat terbang. Nektar bunga menjadi sumber utama gula yang cepat diubah menjadi energi, sementara serangga kecil dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein penting. Tak heran, kolibri harus makan sangat sering, bahkan setiap beberapa menit sekali.

Saat malam tiba atau ketika makanan sulit ditemukan, kolibri mampu masuk ke kondisi torpor. Dalam keadaan ini, detak jantung dan metabolisme menurun drastis untuk menghemat energi. Riset yang dipublikasikan di Journal of Comparative Physiology menjelaskan bahwa torpor merupakan kunci bertahan hidup kolibri di lingkungan ekstrem. Mekanisme ini membuat mereka tetap mampu melewati kondisi cuaca dingin atau kekurangan nektar. Strategi tersebut menunjukkan betapa adaptifnya spesies ini terhadap lingkungannya.

Secara geografis, kolibri hanya dapat ditemukan di benua Amerika, mulai dari Alaska hingga Amerika Selatan. Menurut laporan University of California Agriculture and Natural Resources (UCANR), terdapat lebih dari 300 spesies kolibri dengan variasi bentuk dan warna berbeda. Setiap spesies beradaptasi terhadap bunga lokal yang menjadi sumber utama nektar. Lebih dari sekadar pemanis alam, mereka juga berperan penting sebagai penyerbuk berbagai tanaman.

Dari sisi evolusi, California Academy of Sciences menyebut bahwa nenek moyang kolibri telah berevolusi sekitar 22 juta tahun lalu. Adaptasi tersebut membuat beberapa spesies mampu bertahan di dataran tinggi Andes dengan oksigen terbatas. Kemampuan unik ini menunjukkan kecerdikan alam dalam membentuk makhluk dengan karakteristik luar biasa. Kolibri pun bukan hanya simbol keindahan, melainkan juga representasi penting dari dinamika ekologi dan evolusi burung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....