Pesona Lovebird: Burung Hias Populer dengan Banyak Keistimewaan

  • 25 Jun 2025 23:05 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Lovebird atau burung cinta sudah sangat populer di mata orang awam, khususnya pecinta burung. Banyak kicau mania yang menjadikan burung dengan bulu warna-warni ini sebagai peliharaan. Selain warnanya yang cantik, burung mungil ini juga dikenal cerdas dan aktif. Lantas, apa saja fakta unik lovebird?

Dilansir dari burungnews.com, berikut ini ada 7 keunikan dan keistimewaan lovebird yang membuatnya menjadi jenis yang populer di kalangan penggemar burung, termasuk di Indonesia:

1. Memiliki Warna Bulu Bervariasi

Seperti halnya jenis parkit lainnya termasuk burung kakatua, lovebird juga memiliki bulu indah dengan warna-warni yang bervariasi. Warna mencolok yang cerah seperti perpaduan merah, oranye, hijau, kuning, dan biru menjadikan lovebird sangat menarik mata. Beberapa jenis memiliki perpaduan cokelat dan abu-abu di ujung sayapnya. Beberapa lainnya dengan warna hijau di sekujur sayap dan punggung, namun memiliki bulu dada merah menyala yang indah. Salah satu lovebird yang dianggap paling indah adalah lovebird biola blue. Warnanya biru langit yang dipadu abu-abu pada dadanya. Dengan lingkar mata berwarna putih dan paruh kuning, warna lovebird ini sangat unik, kontras namun menyatu indah.


2. Harga Jualnya Relatif Tinggi

Sepasang lovebird bisa dihargai antara Rp350.000 hingga Rp500.000. Jika sudah jinak dan terlatih bersiul, harganya bisa lebih tinggi lagi, bahkan menyentuh angka puluhan hingga ratusan juta bila memang istimewa. Dianggap istimewa bila sangat rajin bersiul dengan jeda rapat di atas gantangan, dengan durasi panjang dan volume yang keras. Tak heran jika banyak penggemar burung yang lalu membudidayakan dan menjinakkan burung ini dengan tujuan menjualnya.


3. Kategori Burung Setia Pasangan

Bukan hanya merpati yang terkenal sebagai burung setia. Lovebird juga merupakan jenis burung yang setia kepada pasangannya. Barangkali ini yang membuat orang menamainya sebagai lovebird. Perilakunya memang menunjukkan sifatnya yang monogami, baik di alam bebas maupun di penangkaran. Sepasang lovebird akan bertengger saling berdekatan dan terlihat saling menyayangi. Karena itulah sering kali burung ini dijadikan simbol kesetiaan, kerukunan, dan kebahagiaan dalam pernikahan.


4. Suara Ngekeknya Banyak Disuka

Mulanya, sebagai burung pesiul, lovebird hanya digunakan sebagai burung master, atau menjadi “guru” agar suaranya bisa ditirukan untuk jenis burung yang mau dipakai hendak lomba. Belakangan, lovebird basis suara atau pesiul atau ngekek menjadi ramai sebagai burung lomba, dan semakin bertambah peminatnya sejak era Kusumo naik daun. Harus diakui banyak yang heran, karena secara lagu suara lovebird dianggap monoton, kurang variasi, hanya begitu-begitu saja, seperti suara ketukan yang rapat, tapi nyatanya banyak sekali yang menyukai dan harganya bisa melewati jenis burung ocehan yang lebih dulu eksis.


5. Keindahan Warnanya Dihargai Tinggi

Pada saat yang hampir bersamaan, varian lovebird postur atau beauty juga mengalami masa jayanya. Varian-varian baru dan dianggap punya sejumlah keunggulan, harganya sempat melesat mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Peminat burung lovebird beauty ini juga tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Dengan begitu, pangsa pasarnya juga sangat luas. Walaupun disebut-sebut sebagai salah satu burung hias dengan harga paling mahal, lovebird tetap menjadi buruan para pecintanya.


6. Relatif Mudah Perawatannya

Cara merawat lovebird sebenarnya cukup mudah. Burung ini juga tidak terlalu pemilih dalam hal makanan. Lovebird bisa memakan bijian, buah-buahan, hingga voer, dan kombinasi dengan vitamin. Lovebird juga menyukai sayuran, bahkan tulang sotong atau cumi-cumi sebagai extra food. Burung ini juga menyukai lingkungan sejuk dan termasuk burung sosial karena suka berkelompok. Kelebihan lainnya, lovebird mudah dijinakkan dan tidak mudah stres.


7. Populasi dan Spesies Beragam

Secara garis besar, populasi lovebird dibagi ke dalam tiga genus atau grup, yaitu:

Grup dimorfik, dengan penampilan fisik yang berbeda antara jantan dan betina, misalnya burung lovebird Madagascar, Abyssinia, dan muka merah.

Grup menengah, misalnya peach-faced lovebird (lovebird muka pastel) yang asalnya dari Namibia dan Angola.

Grup kacamata, yaitu burung lovebird yang memiliki lingkar putih di bingkai matanya, hingga terlihat seperti memakai kacamata. Misalnya lovebird biola.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....