Finneas dan Deretan Musisi Mundur dari Tur Ed Sheeran demi Membela Macklemore
- 16 Sep 2026 10:04 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dunia musik internasional kembali diguncang oleh aksi solidaritas politik yang melibatkan sejumlah nama besar. Produser sekaligus penyanyi pemenang Grammy, Finneas, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari tur konser Ed Sheeran yang bertajuk Loop Tour.
Langkah tegas ini diambil Finneas sebagai bentuk protes dan solidaritas setelah rekannya, rapper Macklemore, dikeluarkan secara sepihak dari daftar pengisi acara akibat menyerukan aksi pembelaan terhadap Palestina di atas panggung. Dikutip dari Variety (15/9/2026) keputusan Finneas untuk mundur dari enam jadwal pertunjukan di Amerika Selatan tersebut disampaikan secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya.
Dalam pernyataannya, kakak kandung Billie Eilish ini menegaskan pentingnya kebebasan berekspresi bagi para seniman, khususnya ketika menyuarakan keadilan. Finneas menekankan bahwa musisi tidak boleh dibungkam saat membela pihak yang tertindas, seraya menyatakan komitmen penuhnya untuk berdiri bersama rakyat Palestina.
Prahara ini bermula dari penampilan Macklemore dalam dua konser pembuka tur Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey. Di hadapan puluhan ribu penonton, musisi asal Seattle tersebut meneriakkan slogan "Free Palestine" serta menyuarakan keprihatinannya atas krisis kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat.
Aksi panggung yang diiringi penayangan visual situasi di Gaza tersebut memicu reaksi keras dari para pemilik stadion dan kelompok pro-Israel. Tekanan politik tersebut dengan cepat berbuntut pada ancaman pembatalan konser dari para pengelola venue.
Pihak promotor, Messina Touring Group, akhirnya mencoret Macklemore dari sisa tur AS setelah pemilik stadion, termasuk miliarder Robert Kraft, memberikan ultimatum untuk melarang sang rapper tampil. Macklemore sendiri menilai tindakan ini sebagai upaya sistematis untuk membungkam kritik terhadap kejahatan perang dan aksi militer Israel.
Pengunduran diri Finneas ternyata memicu efek domino yang diikuti oleh hampir seluruh musisi pembuka tur Ed Sheeran lainnya. Musisi asal Irlandia, Aaron Rowe, serta grup musik Beoga turut menyatakan keluar dari jajaran pengisi acara.
Sebagai warga Irlandia, mereka mengaku tidak bisa berdiam diri melihat kekuatan modal dan kekuasaan digunakan untuk membungkam kebenaran mengenai genosida dan pendudukan wilayah Palestina. Tidak berhenti di situ, grup musik pop asal Denmark, Lukas Graham, juga mengambil langkah serupa beberapa saat setelah pernyataan Finneas dirilis.
Mereka menyatakan bahwa seniman seharusnya memiliki ruang aman untuk berbicara tentang perdamaian dan nasib anak-anak yang menjadi korban perang tanpa takut didiskriminasi. Keputusan kolektif para musisi pendukung ini membuat panggung Loop Tour kehilangan seluruh aksi pembukanya.
Di sisi lain, Ed Sheeran mengklarifikasi bahwa keputusan pencoretan Macklemore bukanlah kehendak pribadinya, melainkan tekanan murni dari pihak pemilik stadion dan promotor. Meski Sheeran mengaku telah berupaya mencari jalan tengah, situasi ini justru membuka diskusi di industri hiburan.
Keberanian para musisi untuk mengorbankan panggung megah demi menyuarakan kemanusiaan kini menjadi simbol baru perlawanan terhadap pembungkaman isu Palestina di kancah global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....