Ed Sheeran Buka Suara usai Macklemore Didepak dari Tur Konsernya

  • 16 Sep 2026 09:54 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Musisi papan atas asal Inggris, Ed Sheeran, akhirnya memberikan klarifikasi resmi setelah kabar dikeluarkannya rapper Macklemore dari rangkaian tur stadionnya di Amerika Serikat yang memicu gelombang kritik publik. Klarifikasi tersebut disampaikan Sheeran melalui sebuah pernyataan tertulis berisikan enam slide di akun Instagram pribadinya.

Langkah ini diambil guna meluruskan narasi yang berkembang dan menegaskan posisi dirinya terkait keputusan kontroversial yang diambil oleh pihak penyelenggara acara. Dikutip dari Variety (15/9/2026), kontroversi ini bermula ketika Macklemore menyuarakan dukungannya terhadap warga Palestina dan memekikkan kalimat "Free Palestine" saat tampil di New Jersey pada awal September 2026.

Aksi panggung rapper tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah kelompok pro-Israel serta pemilik venue konser, termasuk miliarder Robert Kraft yang mengancam akan membatalkan izin penggunaan stadion Gillette Stadium. Menanggapi tekanan dari berbagai pengelola lokasi acara, promotor Loop Tour, Messina Touring Group, akhirnya memutuskan untuk menghapus nama Macklemore dari sisa jadwal pertunjukan guna menghindari pembatalan tur secara keseluruhan.

Sementara itu dalam penjelasannya, Ed Sheeran menegaskan bahwa keputusan untuk mencoret Macklemore sepenuhnya berada di tangan pihak promotor, bukan atas kehendak pribadinya. Sheeran mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghabiskan waktu selama sepekan untuk bernegosiasi dan membangun komunikasi dengan pihak venue demi mencari jalan keluar.

Namun, karena para pemilik venue tetap menolak kehadiran Macklemore di atas panggung, promotor tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan partisipasi rapper tersebut. Sheeran juga membeberkan alas an di balik keputusan untuk tetap melanjutkan turnya tanpa Macklemore.

Menurutnya, membatalkan tur hanya akan merugikan ratusan ribu penggemar yang telah membeli tiket serta mengorbankan mata pencaharian ratusan kru dan musisi pendukung yang menggantungkan hidup pada rangkaian konser tersebut. Sheeran menegaskan bahwa dirinya harus bertanggung jawab atas keberlangsungan ekosistem kerja yang melibatkan banyak pihak di dalam turnya.

Terkait kritik terhadap sikap politiknya yang dinilai apolitis, pelantun lagu "Shape of You" itu secara tegas menolak anggapan bahwa dirinya tidak peduli terhadap penderitaan yang terjadi di Palestina. Sheeran menyatakan bahwa dirinya sangat terpukul oleh konflik kemanusiaan yang terjadi antara Israel dan Palestina.

Kendati demikian, ia memiliki pandangan pribadi bahwa panggung musik profesionalnya bukanlah forum politik, melainkan ruang aman yang bertujuan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang. Sebelum pernyataan Sheeran dirilis, Macklemore telah lebih dulu memberikan pernyataan tertulis yang mengonfirmasi bahwa hubungan persahabatannya dengan Sheeran yang telah terjalin selama 13 tahun tetap terjaga meski mereka berada pada posisi perbedaan pandangan yang mendasar.

Macklemore mengkritik keras tindakan pemilik venue dan miliarder yang menekan penyelenggara tur, sembari menegaskan bahwa perjuangannya untuk menyuarakan kebebasan Palestina jauh lebih penting dibandingkan panggung konser mana pun. Langkah promotor mendepak Macklemore ini tak pelak memicu reaksi berantai di kalangan musisi dan publik luas, di mana beberapa penampil pendukung lainnya dikabarkan turut mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas.

Isu ini pun berkembang menjadi perdebatan mengenai batas-batas kebebasan berekspresi bagi seorang seniman di atas panggung, tekanan korporasi terhadap narasi politik, serta dilema netralitas figur publik di tengah krisis kemanusiaan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....