7 Terduga Sosok Pembunuh Berantai 'Jack the Ripper'
- 01 Sep 2026 22:59 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Penelitian tak berkesudahan mengenai identitas Jack the Ripper terus menarik perhatian para kriminolog dan detektif amatir di seluruh dunia. Misteri tak terpecahkan yang menyelimuti kasus pembunuhan abad ke-19 ini serupa dengan teka-teki tak terungkap dari kasus pembunuhan berantai ‘Zodiac’ di Amerika Serikat.
Dilansir dari History.com, Selasa 1 September 2026, berikut tujuh sosok yang diduga sebagai pembunuh berantai Jack The Ripper:
1. Carl Feigenbaum
Detektif Trevor Marriott menduga bahwa Jack the Ripper adalah seorang pelaut asal Jerman bernama Carl Feigenbaum yang dihukum mati atas pembunuhan Julianna Hoffman di New York pada tahun 1894. Penyelidikan arsip mengonfirmasi keberadaan kapal Norddeutsche Line tempat Feigenbaum bekerja di dermaga dekat Whitechapel saat kelima pembunuhan terjadi, yang juga diperkuat oleh pengakuan pengacaranya.
2. Albert Victor
Pangeran Albert Victor, cucu Ratu Victoria dan putra King Edward VII, pernah dituduh oleh dokter Thomas Stowell pada tahun 1970 melakukan pembunuhan akibat kegilaan yang dipicu oleh penyakit sifilis. Namun, catatan resmi serta dokumen surat kabar membuktikan bahwa pangeran berjuluk Eddy tersebut berada jauh dari kawasan Whitechapel saat para korban tewas.
3. H.H. Holmes
Pembunuh berantai asal Amerika Serikat, H.H. Holmes, diduga oleh cicitnya Jeff Mudgett sebagai sosok di balik tragedi Whitechapel berdasarkan temuan catatan harian pribadi miliknya. Holmes, yang membangun hotel khusus untuk mengeksekusi korbannya di Chicago, diyakini oleh sejumlah peneliti tidak benar-benar dieksekusi mati pada tahun 1896.
4. John Druitt
Pengacara lulusan Oxford, Montague John Druitt, ditemukan tewas tenggelam di Sungai Thames dengan kantong berisi batu tepat tujuh minggu setelah pembunuhan terakhir terjadi. Detektif Melville Leslie Macnaghten memasukkan nama Druitt ke dalam daftar tiga tersangka utama dalam laporannya tahun 1894 karena aksi pembunuhan mendadak terhenti setelah kematian Druitt.
5. Walter Sickert
Novelis Patricia Cornwell dalam bukunya tahun 2002 mengklaim bahwa pelukis aliran Impresionisme, Walter Sickert, adalah pembunuh berantai tersebut berdasarkan analisis lukisan dan kecocokan DNA pada surat-surat teror. Namun, para pakar meragukan teori ini karena Sickert diketahui sedang berada di Prancis saat pembunuhan terjadi dan sebagian besar surat tersebut terbukti hoaks.
6. Robert Mann
Sejarawan Mei Trow mengarahkan kecurigaan pada Robert Mann, seorang petugas kamar mayat di Whitechapel yang memiliki pengetahuan anatomi serta latar belakang dari kelas sosial bawah. Mann diketahui sengaja melepas pakaian korban pertama, Polly Nichols, di kamar jenazah yang diyakini Trow dilakukan untuk mengagumi hasil perbuatannya sendiri.
7. Jill the Ripper
Teori bahwa pembunuh berantai tersebut adalah seorang wanita, Jill the Ripper, mencuat dengan Mary Pearcey—wanita yang dihukum mati pada 1890 karena membunuh istri dan anak kekasihnya—sebagai tersangka utama. Penelitian ilmuwan Australia Ian Findlay pada tahun 2006 memperkuat dugaan ini setelah mengekstrak sampel DNA dari surat-surat lama yang mengarah pada sosok perempuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....