Work-Life Balance Jadi Perhatian Gen Z, Bukan Sekadar Jam Pulang
- 31 Agt 2026 07:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Bagi sebagian Gen Z, bekerja bukan hanya soal menyelesaikan tugas dan mengejar target. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga menjadi pertimbangan dalam menjalani dunia kerja.
Work-life balance mencakup kemampuan mengatur pekerjaan tanpa mengabaikan waktu istirahat, kesehatan, maupun kehidupan di luar pekerjaan. Konsep tersebut membuat keseimbangan tidak hanya ditentukan oleh jam pulang, tetapi juga cara seseorang mengelola beban dan batasan pekerjaan.
Dilansir detikHealth (26/7/2026), keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi salah satu prioritas Gen Z dan milenial ketika memilih tempat kerja. Laporan Deloitte yang dikutip dalam artikel tersebut juga mencatat 46 persen Gen Z merasa cemas dan stres hampir sepanjang waktu kerja.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyusun skala prioritas. Dengan membedakan pekerjaan yang mendesak dan yang dapat ditunda, seseorang dapat mengatur energi serta menghindari kebiasaan mengerjakan seluruh tugas secara bersamaan.
Keseimbangan juga berkaitan dengan kemampuan menetapkan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. DetikJabar melaporkan bahwa bagi Gen Z, work-life balance tidak sekadar menghitung waktu di kantor, tetapi juga kemampuan menyelesaikan tanggung jawab tanpa mengorbankan kesehatan fisik dan mental.
Perubahan pola kerja turut membuat pembahasan mengenai keseimbangan semakin relevan. ANTARA pada April 2026 melaporkan bahwa kebijakan bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu dinilai dapat meningkatkan kepuasan kerja karena memberikan ruang bagi work-life balance.
Work-life balance pada akhirnya bukan berarti mengurangi tanggung jawab dalam pekerjaan. Bagi sebagian Gen Z, keseimbangan dapat menjadi cara untuk tetap menjalankan pekerjaan sekaligus menyediakan ruang bagi istirahat dan kehidupan pribadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....