Kebiasaan Sarapan Mulai Ditinggalkan, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

  • 29 Agt 2026 09:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kesibukan pada pagi hari membuat sebagian orang memilih melewatkan sarapan. Padahal, sarapan dapat menjadi salah satu cara memenuhi kebutuhan energi sebelum memulai aktivitas.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, sarapan membantu menyediakan energi setelah tubuh tidak mendapat asupan selama tidur. Kemenkes juga mengingatkan bahwa melewatkan sarapan dapat membuat seseorang lebih mudah memilih camilan tinggi gula.

Kebiasaan melewatkan sarapan turut mendapat perhatian dalam penelitian. Systematic review yang diterbitkan Nutrition Research (2025) dan menganalisis 66 penelitian menemukan adanya kaitan antara melewatkan sarapan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk obesitas dan gangguan metabolisme.

Penelitian dalam The Journal of Nutrition (2019) juga menemukan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2. Namun, hubungan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa melewatkan sarapan menjadi penyebab langsung.

Di sisi lain, penelitian dalam BMJ (2019) menunjukkan bukti mengenai hubungan sarapan dengan berat badan masih perlu ditafsirkan secara hati-hati. Artinya, kualitas makanan dan pola hidup secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.

Karena itu, bukan hanya waktu makan yang penting, tetapi juga pilihan menunya. Sarapan dengan makanan yang beragam dan bergizi dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, sementara makanan atau minuman tinggi gula sebaiknya dibatasi.

Sarapan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan rutinitas masing-masing. Yang terpenting, pola makan tetap teratur dan pilihan makanan mendukung kebutuhan tubuh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....