Wahana "X2" di Six Flags Magic Mountain Sebabkan Pengunjung Cedera Otak

  • 28 Agt 2026 17:29 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Taman hiburan ternama Six Flags Magic Mountain yang berlokasi di Valencia, California, resmi menutup salah satu wahana roller coaster paling ekstrem milik mereka, yaitu X2. Langkah ini diambil setelah dua pengunjung wanita mengalami pendarahan otak parah dan harus menjalani operasi bedah saraf darurat hanya dalam rentang waktu enam hari setelah menaiki wahana tersebut. Wahana X2 sendiri sebenarnya telah ditutup sejak 12 Juli lalu selagi regulator negara bagian California melakukan investigasi menyeluruh terkait keselamatan dan mekanis wahana.

Dikutip dari Hollywood Reporter pada 27 Agustus 2026, insiden pertama menimpa Pamela Guillen (40 tahun), seorang pengunjung asal Hawaii yang tengah merayakan ulang tahun putrinya di taman hiburan tersebut. Setelah selesai menaiki X2, Guillen hilang kesadaran serta mengalami muntah-muntah hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Tim medis menemukan kompresi otak serta pendarahan subdural (subdural hematoma) yang memaksa dokter mengangkat sebagian tulang tengkoraknya demi meredakan tekanan pada otak. Setelah koma dan tak sadarkan diri selama dua minggu, Guillen kini harus menjalani proses rehabilitasi panjang untuk belajar berjalan dan berbicara kembali.

Hanya berselang enam hari dari kasus Guillen, insiden serupa kembali menimpa Naomi Greer-Wilkinson (25 tahun) yang pingsan tak lama setelah menaiki wahana yang sama. Greer-Wilkinson langsung dilarikan ke ruang operasi bedah saraf akibat trauma otak berat. Dokter yang menangani kedua pasien menyatakan bahwa luka yang dialami korban merupakan akibat dari akselerasi dan deselerasi mendadak secara ekstrem (traumatic rapid acceleration-deceleration event). Jenis pendarahan otak semacam ini umumnya hanya ditemui pada korban kecelakaan lalu lintas berkecepatan tinggi.

X2 dikenal sebagai salah satu roller coaster dimensi keempat (4th-dimensional coaster) paling ekstrem di dunia. Wahana ini melaju dengan kecepatan mendekati 130 km/jam seraya memutar kursi penumpang hingga 360 derajat secara independen dari jalurnya. Kombinasi antara laju kecepatan tinggi dan rotasi multi-aksis inilah yang disinyalir menghasilkan g-force berlebih serta guncangan hebat pada kepala dan leher pengunjung. Para ahli biomekanika menilai pengujian standar keselamatan roller coaster tradisional sering kali gagal mendeteksi potensi bahaya rotasi dinamis seperti pada X2.

Hasil investigasi lanjutan mengungkap bahwa ini bukanlah pertama kalinya wahana X2 memicu masalah medis serius. Rekam medis dan dokumen pengadilan menunjukkan setidaknya ada puluhan kasus cedera berat, perawatan rumah sakit, hingga dua kasus kematian yang berhubungan dengan wahana tersebut dalam dua dekade terakhir. Pada tahun 2022 lalu, seorang pemuda berusia 22 tahun tewas akibat trauma tumpul pada kepala setelah menaiki X2, di mana catatan internal menunjukkan setidaknya terdapat 70 keluhan cedera kepala dan leher dari pengunjung dalam rentang tiga tahun sebelum kematian tersebut.

Pihak keluarga korban melayangkan kritik keras terhadap respons dan transparansi penanganan manajemen Six Flags. Keluarga menyayangkan bahwa wahana X2 masih terus dioperasikan setelah insiden pertama terjadi pada awal Juli, sehingga memakan korban kedua beberapa hari setelahnya. Selain itu, pihak keluarga merasa kecewa karena perwakilan taman hiburan hanya memberikan kompensasi awal berupa voucher makanan tanpa memberikan dukungan medis atau penjelasan memadai atas trauma berat yang dialami para korban.

Saat ini, Badan Keselamatan dan Kesehatan Kerja California masih membekukan operasional wahana X2 dan belum memberikan kepastian kapan pemeriksaan akan selesai. Para pakar keselamatan wahana rekreasi mendesak adanya evaluasi menyeluruh serta pembaruan standar pengujian biomekanika untuk wahana bertipe ekstrem. Kasus ini pun membuka kembali debat publik mengenai batas kewajaran risiko fisik pada taman hiburan serta tanggung jawab pengelola dalam menjamin keselamatan para pengunjungnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....