Daya Tarik dan Kekurangan “The Last House” Produksi Netflix
- 17 Agt 2026 13:29 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Netflix kembali menghadirkan film bergenre thriller-survival terbaru berjudul The Last House. Disutradarai oleh Louis Leterrier (Fast X, Now You See Me) dan ditulis oleh Matthew Robinson, film ini mengusung ide cerita unik yang langsung melemparkan penonton ke dalam situasi mencekam. Dibintangi oleh jajaran aktor papan atas seperti Greta Lee (Past Lives) dan Wagner Moura (Narcos), film ini dengan cepat memuncaki daftar tontonan paling populer di platform streaming tersebut sejak dirilis.
Kisah The Last House berpusat pada sebuah keluarga yang memiliki empat anggota keluarga di Seattle, yaitu pasangan suami istri Jason (Wagner Moura) dan Ann (Greta Lee) beserta dengan kedua anaknya. Kehidupan normal mereka berubah menjadi mimpi buruk saat badai hujan misterius melanda lingkungan mereka. Keluarga ini mendapati bahwa air hujan aneh tersebut secara ajaib menyegel seluruh pintu, jendela dan celah rumah mereka, membuat siapa pun di dalamnya mustahil untuk keluar atau memecahkan kaca rumah.
Premis terkunci di dalam rumah ini secara jelas terinspirasi dari pengalaman kolektif masyarakat dunia saat menghadapi masa lockdown pandemi COVID-19. Perasaan terisolasi, cemas dan ketidakpastian akan masa depan digambarkan dengan sangat kuat di paruh pertama film. Penonton diajak melihat bagaimana hari-hari yang awalnya dikira hanya berlangsung sebentar, perlahan berubah menjadi hitungan minggu, bulan, hingga akhirnya tahunan.
Daya tarik utama film ini adalah penampilan akting yang luar biasa dari Greta Lee dan Wagner Moura. Kedua aktor tersebut berhasil memberikan dinamika emosional yang sangat realistis sebagai orang tua yang berusaha menjaga kewarasan dan keselamatan anak-anak mereka. Karakter Jason yang protektif namun perlahan frustrasi, beradu peran dengan Ann yang menjadi jangkar ketenangan keluarga saat bertahan hidup di dalam batas-batas ruang yang sempit.
Namun, daya pikat film ini mulai goyah ketika alur cerita bergeser dari drama isolasi psikologis menuju aksi creature feature atau monster di paruh kedua. Unsur ancaman baru yang muncul bersamaan dengan kedatangan monster misterius saat hujan turun terasa sedikit memaksakan perpindahan genre. Perubahan nada cerita yang begitu drastis ini dinilai membuat ketegangan yang dibangun sejak awal menjadi berkurang intensitasnya.
Selain masalah ritme alur, penulisan naskah juga menyisakan banyak pertanyaan besar yang tak terjawab hingga kredit akhir bergulir. Banyak detail mengenai asal-usul air hujan misterius maupun makhluk berbahaya tersebut diabaikan tanpa penjelasan yang memuaskan.
Secara keseluruhan, The Last House adalah tontonan hiburan yang cukup memikat berkat konsepnya yang segar dan performa akting memukau dari para pemeran utamanya. Meski eksekusi babak akhirnya terasa terburu-buru dan menyisakan banyak celah narasi, film ini tetap menyajikan ketegangan yang layak untuk dinikmati bagi para penggemar film thriller bertahan hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....