Kejutan untuk Penggemar LOTR: Gim Klasik War in the North Mendadak Rilis Kembali
- 17 Agt 2026 13:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Para penggemar dunia The Lord of the Rings baru saja mendapatkan kejutan tak terduga di industri gim. Gim action-RPG klasik yang pernah dirilis pada tahun 2011, The Lord of the Rings: War in the North, secara mengejutkan meluncur kembali ke pasaran dalam versi penyegaran bertajuk Legacy Edition. Langkah shadow drop yang dilakukan oleh pengembang Aspyr Media ini langsung menyedot perhatian komunitas gamer, mengingat gim ini sempat hilang dan dihapus (delisted) dari toko-toko digital selama bertahun-tahun akibat kendala lisensi.
Mengutip NME pada 12 Agustus 2026, gim yang awalnya dikembangkan oleh Snowblind Studios ini kini dapat dimainkan kembali di berbagai platform modern, mulai dari PC, PlayStation 5, Xbox Series X|S, hingga Nintendo Switch. Langkah Aspyr menghadirkan kembali judul ini menjadi kabar gembira bagi mereka yang merindukan petualangan penuh aksi berlatar jagat ciptaan J.R.R. Tolkien. Tak hanya sekadar merilis ulang, Legacy Edition datang membawa serangkaian peningkatan teknis dan fitur baru untuk menyesuaikan standar perangkat keras masa kini.
Secara narasi, War in the North mengambil sudut pandang yang berbeda namun berjalan sejajar dengan alur cerita utama The Lord of the Rings. Gim ini mengisahkan perjalanan Fellowship sekunder yang bertugas menghentikan ancaman besar di wilayah utara Middle-earth. Para pemain diajak menghadapi Agandaûr, seorang Black Númenórean dan komandan kepercayaan Sauron yang tengah mengumpulkan pasukan kegelapan di benteng tua Fornost. Latar suasana yang ditawarkan pun terasa lebih kelam, brutal dan matang dibandingkan adaptasi gim Tolkien pada umumnya.
Pemain dapat memilih satu dari tiga pahlawan utama yang saling melengkapi dalam pertempuran: Eradan sang Dúnedain Ranger yang ahli dalam pengintaian dan memanah, Andriel sang Elven Loremaster penyedia sihir pendukung dan pemulihan, serta Farin sang Dwarven Champion yang tangguh di barisan terdepan. Salah satu perombakan terbesar pada Legacy Edition ini adalah hadirnya fitur hot-swap, yang memungkinkan pemain mode single-player untuk berganti karakter secara langsung di tengah permainan tanpa harus terikat pada satu pilihan sejak awal.
Selain pembaruan mekanisme permainan tunggal, aspek co-op yang menjadi daya tarik utama gim aslinya tetap dipertahankan dengan baik. War in the North – Legacy Edition mendukung mode kooperatif hingga tiga pemain secara daring (online) maupun mode split-screen lokal untuk dua pemain. Kerja sama antar peran sangat krusial dalam gim ini, di mana kombinasi serangan jarak jauh, sihir pendukung, dan ketahanan jarak dekat menjadi kunci utama untuk menumbangkan gelombang Orc, Troll, Warg, hingga Barrow-wight.
Dari sisi teknis, Aspyr melakukan modernisasi yang cukup signifikan pada lini belakang gim ini. Perubahan terbesar meliputi migrasi arsitektur dari 32-bit ke 64-bit serta pembaruan antarmuka grafis ke Direct3D 12. Peningkatan ini memungkinkan penggunaan RAM yang lebih optimal guna mencegah lag atau kelambatan performa, menghadirkan tingkat bingkai (frame rate) yang lebih stabil, serta menyajikan adegan sinematik beresolusi tinggi hingga 4K yang dipoles kembali.
Kehadiran The Lord of the Rings: War in the North – Legacy Edition ini tampaknya barulah awal dari proyek panjang Aspyr Media dalam membangkitkan kembali judul-judul klasik karya Tolkien. Dalam pernyataan resminya, Aspyr mengonfirmasi bahwa gim ini merupakan judul The Lord of the Rings pertama yang mereka tangani dan para penggemar dapat menantikan lebih banyak lagi perilisan gim klasik Middle-earth di masa mendatang. Hal ini menjadi angin segar bagi para pemuda dan veteran gamer yang ingin bernostalgia menjelajahi keindahan sekaligus kegelapan Middle-earth.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....