Stadion Wembley Tuai Kritik usai Gelar Konser The Weeknd
- 17 Agt 2026 12:47 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Stadion Wembley di London mendadak menjadi sorotan publik dan menuai gelombang kritik dari masyarakat. Kritik ini dipicu oleh keputusan pengelola stadion yang tetap meluncurkan pertunjukan kembang api megah dalam konser penyanyi R&B asal Kanada, The Weeknd, pada pertengahan Agustus 2026. Pertunjukan dengan skala besar tersebut terus berlangsung hanya selang beberapa jam setelah pemerintah Inggris mengirimkan sinyal peringatan darurat nasional terkait risiko tinggi kebakaran hutan dan lahan.
Peringatan darurat resmi dari pemerintah dikirimkan langsung ke jutaan telepon genggam warga, berisi himbauan agar masyarakat menunda seluruh aktivitas yang memicu percikan api. Dikutip dari NME pada 16 Agustus 2026, pesan peringatan tersebut mencantumkan larangan penggunaan alat memanggang luar ruang, api unggun, hingga kembang api karena potensi bahaya yang sangat tinggi. Menurut pihak berwenang, kondisi cuaca yang amat kering membuat percikan api sekecil apa pun dapat dengan cepat meluas menjadi kebakaran hebat yang membahayakan pemukiman dan keselamatan warga.
Namun, situasi menjadi sangat ironis ketika malam harinya langit di atas Stadion Wembley justru dihiasi ledakan kembang api berukuran besar saat pertunjukan lagu penutup The Weeknd yang berjudul "Moth To A Flame". Pertunjukan tersebut bahkan dilaporkan memecahkan rekor sebagai tampilan kembang api terbesar yang pernah ada dalam sejarah konser musik. Fenomena kontras antara peringatan darurat di ponsel warga dan kilatan api besar di stadion memicu amarah publik, terutama di media sosial.
Sejumlah warga dan penonton menyampaikan rasa kecewa serta kebingungan mereka atas ketidaksesuaian tindakan pengelola dengan imbauan nasional. Banyak pihak mengkritik bahwa penyelenggaraan pertunjukan kembang api di tengah situasi darurat kebakaran mencerminkan kepekaan yang minim terhadap kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, masyarakat menilai hal tersebut dapat memberi contoh buruk dan mengurangi kesadaran publik terhadap kepatuhan atas peringatan darurat yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Menanggapi gelombang kritik tersebut, pihak perwakilan Stadion Wembley memberikan klarifikasi untuk meredakan kekhawatiran masyarakat. Mereka menjelaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan pertunjukan kembang api tidak diambil secara sepihak, melainkan telah melalui proses evaluasi resmi di lokasi bersama dinas pemadam kebakaran serta kepolisian sebelum acara dimulai. Pihak pengelola menegaskan bahwa seluruh kembang api yang ditembakkan berada di lingkungan yang terkontrol ketat serta mematuhi prosedur keselamatan stadion yang ketat.
Di sisi lain, perwakilan pengelola juga menyoroti bahwa pesan peringatan darurat yang disebarkan pemerintah berfungsi sebagai panduan keselamatan publik secara umum dan larangan teknis utamanya menyasar pada penjualan dan penggunaan alat panggang sekali pakai oleh masyarakat umum di ruang terbuka. Menurut penilaian tim keamanan dan petugas pemadam di lapangan, pertunjukan profesional di dalam stadion memiliki tingkat risiko yang terukur dan jauh berbeda dibandingkan aktivitas pembakaran yang tidak terkontrol di luar ruang.
Kendati kontroversi terus bergulir di ranah publik, rangkaian tur konser After Hours Til Dawn milik The Weeknd di Stadion Wembley dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal yang direncanakan. Pihak penyelenggara sendiri berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan pemadam kebakaran setempat guna memastikan seluruh rangkaian acara lanjutan dapat berlangsung aman tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....