Masih Suka Kartun? Memangnya Kenapa?
- 13 Agt 2026 14:27 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – “Kamu kan sudah dewasa, kok masih suka nonton kartun?” Pertanyaan seperti ini mungkin terdengar sepele, tetapi masih sering dilontarkan kepada orang dewasa yang menikmati film animasi atau serial kartun. Seolah-olah bertambahnya usia membuat seseorang harus meninggalkan segala sesuatu yang pernah disukainya ketika kecil, padahal, menikmati kartun tidak selalu berarti seseorang belum dewasa.
Fenomena tersebut berkaitan dengan istilah comfort watch, yaitu tontonan yang sengaja dipilih karena memberikan perasaan nyaman, aman, atau familiar. Seseorang mungkin berulang kali menonton film yang sama, kembali ke serial masa kecil, atau memilih kartun ringan setelah menjalani hari yang melelahkan. Bagi sebagian orang, tontonan tersebut menjadi ruang untuk beristirahat sejenak tanpa harus menghadapi cerita yang terlalu berat atau penuh kejutan.
Dilansir dari laman psychologytoday.com. merujuk pada Psychology Today dikatakan bahwa menonton kembali film atau serial yang sudah familiar dapat memberikan rasa nyaman karena seseorang telah mengetahui alur dan akhir ceritanya. Tidak adanya ketidakpastian dalam cerita dapat membuat tontonan terasa lebih aman dan membantu seseorang bersantai.
Karena itu, menonton ulang film favorit bukan berarti seseorang tidak memiliki pilihan tontonan lain, tetapi bisa menjadi cara sederhana untuk mendapatkan rasa familiar. Kartun juga tidak selalu ditujukan hanya untuk anak-anak.
Banyak film dan serial animasi memiliki cerita, humor, serta persoalan yang dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia. Animasi bahkan kerap digunakan untuk membahas tema yang kompleks dengan cara yang lebih ringan dan mudah diterima. Artinya, usia penonton tidak seharusnya menjadi ukuran apakah sebuah tontonan layak untuk dinikmati atau tidak.
Justru, kembali menonton sesuatu yang pernah menemani masa kecil dapat menghadirkan nostalgia. Dilansir dari laman greatergood.berkeley.edu, Greater Good Science Center, University of California, Berkeley menuliskan nostalgia dapat membantu seseorang merasakan hubungan dengan masa lalu dan memberikan perasaan positif. Itulah mengapa sebuah lagu, film, karakter, atau bahkan episode kartun tertentu dapat terasa begitu personal meskipun telah ditonton berkali-kali.
Memilih tontonan yang ringan juga bukan berarti seseorang sedang melarikan diri dari kenyataan. Setelah menghadapi pekerjaan, perkuliahan, tuntutan sosial, atau berbagai persoalan kehidupan, setiap orang memiliki cara berbeda untuk beristirahat.
Ada yang membaca buku, mendengarkan musik, bermain gim, sementara yang lain mungkin memilih menonton ulang SpongeBob SquarePants, Adventure Time, Tom and Jerry, atau film animasi favoritnya. Selama dilakukan secara seimbang dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada yang salah dengan pilihan tersebut.
Pada akhirnya, bertambahnya usia tidak berarti seseorang harus meninggalkan hal-hal yang membuatnya bahagia. Kartun bukan sekadar tontonan anak-anak, sama seperti comfort watch bukan tanda bahwa seseorang belum dewasa.
Terkadang, menjadi dewasa justru berarti memahami apa yang membuat diri sendiri merasa nyaman tanpa merasa perlu meminta izin kepada orang lain untuk menikmatinya. Jika sebuah kartun mampu membuat seseorang tersenyum setelah hari yang panjang, mungkin pertanyaannya bukan lagi “kenapa masih nonton kartun?”, tetapi “memangnya kenapa kalau itu membuatmu bahagia?”
(Sumber: SalshaKhoerunisa_TelkomUniversityBandung)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....