Sutradara Legendaris Hollywood Ini Tolak AI
- 23 Jun 2026 11:41 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Sutradara legendaris John Waters secara terbuka ikut menyuarakan pandangannya mengenai perdebatan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini tengah membelah opini para pembuat film di skala global. Sentimen industri perfilman dunia saat ini terpecah antara figur seperti Martin Scorsese yang mulai merangkul elemen teknologi tersebut, hingga Park Chan-Wook yang mengecam keras kehadirannya.
Dilansir dari Far Out Magazine, Selasa, 23 Juni 2026, dalam wawancara terbaru bersama media Billboard, sang aktor utama film Pink Flamingos yang dijuluki ‘The Pope of Trash’ ini menegaskan tidak akan pernah sudi menggunakan AI untuk membantunya menulis naskah. Pria berusia 80 tahun tersebut dengan lugas menyatakan bahwa ia lebih mendukung pemanfaatan AI untuk misi kemanusiaan seperti mengobati penyakit kanker daripada bidang sastra.
Penolakan keras ini muncul setelah John Waters membaca sebuah tulisan tiruan yang dihasilkan oleh program AI dengan meniru gaya bahasa khas pribadinya. Menurutnya, hasil ketikan kecerdasan buatan tersebut terasa sangat hambar dan hanya berstatus setara dengan sebuah draf naskah mentah pertama yang berkualitas sangat buruk.
Bagi Waters, penolakan terhadap kepopuleran inovasi digital ini merupakan sebuah prinsip hidup sekaligus cerminan dari keterbatasan kemampuan teknis yang dimilikinya. Ia juga sempat berasumsi bahwa teknologi visual ini akan berkembang pesat di industri pornografi, meski dirinya kemudian merasa kecewa karena hasil rekayasa gambar digital tersebut dinilai tampak terlalu sempurna dan tidak natural.
Di sisi lain industri Hollywood, beberapa rumah produksi justru mulai memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat canggih untuk membangkitkan kembali citra para aktor yang telah tiada. Salah satu proyek yang paling mengundang perhatian adalah keterlibatan mendiang Val Kilmer sebagai pemeran utama dalam film baru bertajuk As Deep as the Grave pasca-kematian sang aktor pada tahun 2025 lalu.
Beruntung, prinsip idealis Waters ini juga diamini oleh sineas muda Kane Parsons yang merupakan bintang dari proyek film Backrooms garapan rumah produksi A24. Sutradara muda tersebut melemparkan kritik tajam dengan menyebut fenomena AI generatif saat ini bukanlah sebuah inovasi melainkan gejala dari pembusukan budaya dan ekonomi yang lebih luas.
Saat ini, John Waters sendiri tengah sibuk menyelenggarakan rangkaian tur pertunjukan monolog panggung (spoken-word) miliknya yang bertajuk Going to Extremes. Selain agenda tur pribadinya, sineas nyentrik ini juga dijadwalkan bertindak sebagai pemandu acara utama dalam perhelatan festival musik tahunan Mosswood Meltdown di Oakland pada pertengahan Juli mendatang.
Festival musik bergengsi di kawasan California tersebut nantinya akan dimeriahkan oleh penampilan memukau dari grup musik punk Bikini Kill serta rocker legendaris Iggy Pop sebagai penampil utama. Kemeriahan pesta pembuka festival tersebut juga dipastikan semakin semarak melalui suguhan pertunjukan spesial dari unit indie rock legendaris, Pavement.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....