Review Film Suka Duka Tawa (2025) : Kelimpungan Mengurai Kusutnya Konflik
- 03 Jun 2026 13:58 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon: Debut penyutradaraan film panjang Aco Tenriyagelli, agaknya belum semanjur karya-karya penyutradaraan video musik hingga film-film pendek yang telah membawa namanya dikenal sebagai sutradara. Film Suka Duka Tawa yang memadukan drama dan komedi seperti kebingungan memberikan porsi untuk banyak hal dalam film yang sesungguhnya potensial ini.
Suka Duka Tawa hingga artikel ini diturunkan, masih masuk daftar 10 film teratas salah satu layanan streaming berbayar Netflix ini memiliki premis yang berpotensi untuk menjadi film yang mampu menghadirkan tawa dan tangis besar-besaran, yaitu tentang komika perempuan yang menggunakan trauma ia dan ibunya atas ayahnya menjadi materi komedi.
Film Suka Duka Tawa yang telah tayang secara streaming pada Kamis, 21 Mei 2026 lalu ini, punya modal yang amat lengkap sebenarnya, mulai dari sutradara yang sentuhannya telah terbukti mampu menghadirkan emosi yang melekat di tiap karya-karya sebelumnya, hingga jajaran cast mentereng untuk mendukung unsur drama dan komedi dalam cerita.
Baca juga:
Nama-nama seperti Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana dan Marissa Anita sebenarnya berhasil menggendong separuh lebih poin untuk film ini lewat kualitas akting solid ketiganya dan para komik seperti Bintang Emon, Arif Brata, Gilang Bhaskara, dan Abdel Achrian yang sebenarnya tidak gagal menghadirkan tawa, namun perpaduan aktor dan komik tersebut tidak didukung penulisan yang cakap.
Selain keampuhan Aco selaku sutradara, premis dan nama-nama besar castnya, Suka Duka Tawa benar-benar terasa kelimpungan untuk mengikat dan kemudian mengurai tiap konflik dari karakter utama, serta beberapa karakter lainnya. Karena yang terjadi hingga akhir durasi, semua konfliknya seperti disimplifikasi, tanggung.
Salah satu contohnya adalah permasalahan antara Tawa (Rachel Amanda), sang ayah (Teuku Rifnu), dan sang ibu (Marissa Anita) yang tidak benar-benar mendapat ruang, mereka seperti dipaksa untuk harus baik saja di penghujung film. Benturan ketiganya lagi-lagi terasa tanggung akhirnya.
Baca juga:
Review One Piece Season 2 Episode 1163: Mengharukan! Reuni Robin dan Saul
Satu yang paling krusial sebenarnya adalah penggambaran semua adegan standup comedy yang tidak sampai, satupun. Karena komedi yang berhasil justru datang dari luar rentetan adegan standup comedy yang disiapkan. Setidaknya jika tanggung di dramanya, masih ada komedi yang menyokongnya, amat disayangkan.
Penyelamat lain dari film ini adalah penyisipan lagu Timur milik The Adams di akhir cerita, yang lagi-lagi, jika unsur drama dari film ini tidak tanggung, dampak dari lagu tersebut akan jauh lebih besar.
Baca juga:
Review Anime Nippon Sangoku Episode 8: Ryumon vs Wajima, Pertarungan Psikologis!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....