Tina Wiryawati Ingin Silat Sunda Mendunia lewat Film

  • 01 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Kekayaan budaya Sunda dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif jika mampu dikemas secara modern dan dekat dengan generasi muda. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tina Wiryawati, saat berbicara mengenai pentingnya inovasi dalam pelestarian budaya daerah.

Menurut Tina, keberhasilan industri hiburan Korea Selatan maupun Tiongkok dalam mempromosikan budaya mereka melalui drama dan film dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia, khususnya Jawa Barat. Budaya lokal yang selama ini dikenal sebagai warisan tradisi perlu dihadirkan dalam bentuk yang lebih relevan dengan selera Generasi Z.

Salah satu potensi yang menurutnya layak mendapat perhatian lebih adalah seni bela diri pencak silat. Ia menilai silat tidak hanya dapat dikembangkan sebagai cabang olahraga, tetapi juga sebagai materi konten kreatif yang menarik untuk diangkat ke layar film, serial pendek, maupun podcast.“Pencak silat ini sudah masuk cabang olahraga Olimpiade, dan aktor laga kita sudah tembus Hollywood. Saya ingin silat ini dikelola pengenalannya untuk generasi ke depan. Kenapa Drama Korea atau Drama Cina sangat disukai? Saya ingin silat dibikin film pendek atau format lain yang menarik untuk Gen Z ke bawah,” ujar Tina pada Senin 1 Juni 2026.

Politisi Fraksi Gerindra itu menilai Jawa Barat memiliki banyak kekayaan budaya yang unik dan tidak dimiliki negara lain. Tradisi seperti Debus maupun metode pengobatan patah tulang khas Cimande, misalnya, memiliki nilai cerita yang kuat apabila dikemas secara sinematik dan didukung alur narasi yang menarik.

Menurutnya, budaya tidak hanya berbicara tentang pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya sektor ekonomi kreatif yang melibatkan banyak pelaku usaha lokal.“Kalau kita bicara budaya dilanjut ke kita bicara film atau ekonomi kreatif. Dari budaya tersebutlah akan masuk yang namanya makanan, produk-produk lokal, dan dari sanalah akan masuk cuan. Selain menumbuhkan rasa bangga terhadap negara, ujung-ujungnya ke depan urusannya adalah ekonomi,” katanya.

Tina menjelaskan, pengembangan budaya berbasis industri kreatif dapat membuka peluang promosi yang lebih luas bagi berbagai produk daerah. Melalui film, pertunjukan seni, hingga konten digital, budaya lokal dapat menjadi sarana memperkenalkan kuliner, kerajinan, hingga destinasi wisata kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia berharap para pelaku seni, komunitas budaya, kreator konten, dan pemerintah dapat berkolaborasi untuk menerjemahkan semangat pelestarian budaya ke dalam karya-karya modern. Mulai dari film bertema budaya Sunda, pertunjukan Jaipong yang dipadukan dengan musik kekinian, hingga berbagai konten digital yang mampu menjangkau generasi muda.

“Budaya harus tetap lestari, tetapi juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Kalau dikemas dengan kreatif, budaya Sunda bukan hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga bisa mendunia dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....