Roblox Perketat Keamanan Anak, Komunitas Justru Terbelah

  • 31 Mei 2026 12:30 WIB
  •  Cirebon

RR.CO.ID, Cirebon - Dunia game digital kembali dihebohkan oleh langkah besar yang diambil platform game populer Roblox. Sepanjang Mei 2026, perusahaan tersebut menjadi pusat perdebatan setelah memperkenalkan sistem akun berbasis usia yang mengubah cara pemain mengakses game, fitur komunikasi, hingga sistem rekomendasi konten.

Kebijakan baru itu menghadirkan dua kategori akun utama, yakni Roblox Kids untuk pengguna usia 5–8 tahun dan Roblox Select untuk pemain berusia 9–15 tahun. Sistem tersebut dirancang agar akses konten, komunikasi, dan pengawasan orang tua dapat disesuaikan dengan kelompok umur masing-masing pengguna.

Menurut penjelasan resmi perusahaan, perubahan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan terhadap pemain muda. Pengguna yang belum menyelesaikan verifikasi usia kini memiliki akses yang lebih terbatas terhadap sejumlah fitur, termasuk layanan percakapan dalam game.

Namun di balik tujuan keamanan tersebut, gelombang kritik langsung muncul dari komunitas pemain dan developer. Banyak kreator independen menilai sistem baru membuat game mereka lebih sulit ditemukan karena Roblox mulai menerapkan proses seleksi dan evaluasi tambahan sebelum sebuah game dapat direkomendasikan kepada pemain usia muda.

Laporan dari pengguna di forum online Reddit, keluhan juga datang dari pemain yang merasa dipaksa melakukan verifikasi identitas menggunakan pemindaian wajah atau dokumen resmi. Dalam berbagai diskusi komunitas, sejumlah pengguna mengaku kehilangan akses ke game yang sebelumnya dapat dimainkan tanpa kendala.

Kontroversi semakin besar setelah muncul kritik terhadap teknologi verifikasi usia berbasis kecerdasan buatan yang digunakan platform tersebut. Laporan dari WIRED menyebut sistem itu sempat salah mengidentifikasi usia pengguna, sehingga anak-anak bisa dianggap dewasa dan sebaliknya. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai akurasi serta efektivitas teknologi yang digunakan.

Sementara itu, tekanan terhadap Roblox tidak hanya datang dari komunitas game. Pemerintah negara bagian Connecticut di Amerika Serikat baru-baru ini membuka investigasi terkait dugaan perlindungan anak dan potensi eksploitasi pengguna di bawah umur seperti yang dilaporkan oleh CT Insider. Investigasi tersebut menambah daftar pengawasan hukum yang sedang dihadapi perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah keamanan yang semakin ketat ternyata juga berdampak pada bisnis perusahaan. Laporan Reuters menyebut Roblox menurunkan proyeksi pendapatannya setelah berbagai kebijakan keamanan baru mulai diterapkan. Sejumlah analis menilai pembatasan komunikasi dan proses verifikasi tambahan membuat pertumbuhan pengguna menjadi lebih lambat dibanding sebelumnya.

Meski demikian, pihak Roblox tetap mempertahankan arah kebijakan tersebut. Perusahaan berpendapat bahwa perlindungan anak, moderasi konten, serta verifikasi usia akan menjadi fondasi penting bagi masa depan platform dan industri digital secara keseluruhan.

Perdebatan yang terjadi sepanjang Mei 2026 menunjukkan bahwa Roblox sedang berada di persimpangan penting. Di satu sisi, platform ini berusaha membangun lingkungan yang lebih aman bagi jutaan pemain muda. Di sisi lain, sebagian komunitas khawatir bahwa berbagai pembatasan baru justru mengurangi kebebasan bermain dan kreativitas yang selama ini menjadi identitas utama Roblox.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....