Harry Styles Ubah Desain Panggung setelah Penonton Mengeluh
- 23 Mei 2026 23:38 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Tur dunia Harry Styles yang bertajuk Together, Together sudah dimulai di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, pada tanggal 16 dan 17 Mei 2026. Tur yang sangat dinantikan ini menyusul perilisan album studio keempatnya, Kiss All the Time. Disco, Occasionally. Namun, awal dari tur ini langsung dihadapkan pada hambatan setelah sejumlah penonton, khususnya mereka yang berada di area festival, melayangkan protes keras di media sosial mengenai buruknya jarak pandang ke panggung utama selama konser berlangsung.
Keluhan tersebut sebagian besar datang dari para penggemar yang telah merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli tiket VIP Front General Admission (GA). Penonton di area pit depan ini merasa kecewa karena pandangan mereka terhalang oleh struktur jembatan dan jalan setapak (walkways) setinggi 10 kaki atau sekitar 3 meter yang mengelilingi lantai stadion. Akibatnya, ketika Harry Styles tidak berada tepat di depan mereka, struktur panggung yang menjulang tinggi dan berbentuk melengkung tersebut justru menghalangi pandangan mereka untuk melihat aksi panggung secara utuh.
Melalui platform media sosial seperti X dan TikTok, para penggemar mengekspresikan rasa frustrasi mereka dengan membagikan foto dan video bukti pandangan yang terhalang. Salah satu akun penggemar menyatakan bahwa mereka merasa tertipu karena tidak ada peringatan mengenai obstructed view saat membeli tiket VIP yang harganya sangat mahal. Situasi ini membuat penonton merasa seperti sedang "bermain petak umpet" dengan sang idola, karena mereka terpaksa lebih banyak menyaksikan jalannya konser melalui layar LED besar ketimbang melihatnya secara langsung dengan mata kepala sendiri.
Sebelum adanya isu pandangan terhalang ini, penjualan tiket tur Together, Together memang sudah sempat menuai kontroversi akibat harganya yang dinilai terlalu tinggi. The Hollywood Reporter mencatat bahwa paket VIP untuk konser di Madison Square Garden (MSG) bahkan mencapai angka 1.667 USD atau hampir setara dengan Rp 30 juta. Lonjakan harga ini bahkan sempat memancing reaksi dari musisi legendaris Liam Gallagher dari Oasis yang menuliskan kekagetannya di media sosial. Oleh karena itu, ketika fasilitas yang didapatkan tidak sesuai dengan harga mahal yang dibayar, kemarahan penggemar pun menjadi tak terbendung.
Menanggapi gelombang protes tersebut, perwakilan resmi dari tur Harry Styles segera memberikan penjelasan mengenai konsep awal panggung tersebut. Pihak manajemen menjelaskan bahwa desain lantai stadion tersebut sebenarnya sengaja dirancang untuk memberikan kebebasan bergerak bagi para penggemar. Konsep ini dibuat agar penonton dapat menikmati pertunjukan dari berbagai sudut pandang yang berbeda secara dinamis, alih-alih terpaku pada satu posisi tetap. Kendati demikian, mereka mengakui adanya area kecil di posisi lantai tertentu yang pada akhirnya mengalami keterbatasan jarak pandang yang tidak terduga.
Sebagai bentuk tanggung jawab, tim Harry Styles bertindak cepat dengan merilis pernyataan resmi melalui akun Instagram @HSHQ. Dalam unggahan tersebut, tim manajemen menyatakan bahwa mereka telah mendengar seluruh kekhawatiran penggemar mengenai hambatan jarak pandang di area lantai festival. Mereka menegaskan komitmennya untuk secara aktif melakukan penyesuaian dan perubahan pada tata letak panggung demi meningkatkan visibilitas penonton, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan semua pihak yang hadir.
Dikutip dari Hollywood Reporter, langkah konkret pun mulai diambil dengan melakukan penyesuaian barikade sementara pada konser lanjutan di Amsterdam. Selain itu, manajemen mengonfirmasi bahwa perubahan struktur jembatan depan akan mulai diimplementasikan untuk rangkaian konser mendatang, termasuk untuk 12 jadwal pertunjukan besar di Stadion Wembley, London. Pihak penyelenggara kini tengah bekerja keras di setiap lokasi barunya untuk memastikan bahwa modifikasi desain panggung tersebut tidak hanya memuaskan penonton, tetapi juga tetap mematuhi kode keselamatan dan regulasi kepatuhan lokal di tiap negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....