Mengenal Sosok Kartini Masa Kini

  • 13 Apr 2026 13:59 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Di balik ketegasan seragam polisi yang dikenakannya, AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menyimpan narasi panjang tentang perjuangan seorang perempuan di dunia yang sering kali dianggap sebagai "wilayah laki-laki". Sebagai Kapolres Majalengka, ia bukan sekadar pemimpin kesatuan, melainkan simbol bahwa semangat Kartini masih hidup dan relevan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Langkah kaki Rita di institusi kepolisian dimulai dengan sebuah keyakinan sederhana: perempuan memiliki tempat yang sama untuk mengabdi pada negara. Dalam bincang hangat di program "Lentera Inspirasi" RRI Cirebon, ia mengenang kembali masa-masa awal kariernya. Tantangan terbesarnya saat itu bukanlah medan tugas yang berat, melainkan bagaimana membuktikan bahwa dedikasi tidak mengenal gender.

"Perempuan sering kali dituntut untuk tampil sempurna di semua lini," ungkapnya. Baginya, menjadi tangguh bukan berarti tanpa rasa lelah, melainkan kemampuan untuk terus berdiri meski tantangan datang bertubi-tubi. Di era modern ini, ia melihat perempuan Indonesia telah melangkah jauh, namun perjuangan belum sepenuhnya usai.

Sebagai pucuk pimpinan di Polres Majalengka, AKBP Rita menaruh perhatian besar pada perlindungan perempuan dan anak. Ia menyadari bahwa di era digital, ancaman seperti pelecehan dan kekerasan berbasis gender memerlukan pendekatan yang lebih sensitif. Di sinilah, menurutnya, intuisi dan empati seorang pemimpin perempuan menjadi kunci dalam memberikan perlindungan yang humanis bagi para korban.

Teknologi dan media sosial pun kini menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ia melihat kemajuan ini sebagai alat bagi perempuan untuk lebih berani bersuara (speak up). Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental bagi perempuan yang sering kali terjepit di antara tuntutan ekonomi, pendidikan, dan peran domestik dalam rumah tangga.

Di lingkungan kerjanya sendiri, Rita menerapkan prinsip kesetaraan yang dinamis. Ia tidak melihat perbedaan tugas antara laki-laki dan perempuan berdasarkan fisik semata, melainkan pada kapasitas dan kompetensi. "Perempuan memiliki keunggulan dalam menangani situasi kompleks dengan kepala dingin dan hati yang tenang," tambahnya.

Momentum Hari Kartini bagi Rita bukan sekadar seremoni tahunan mengenakan kebaya. Ia melihatnya sebagai pengingat bagi setiap perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, agen perubahan masa kini bisa lahir dari mana saja, mulai dari ibu rumah tangga yang menggerakkan ekonomi lewat UMKM, hingga perempuan yang memimpin institusi keamanan.

Di akhir percakapan, AKBP Rita menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda, terutama para perempuan yang sedang merajut mimpi. Ia menekankan bahwa tidak ada batasan bagi siapa pun untuk bermimpi besar, asalkan dibarengi dengan integritas dan semangat untuk terus belajar. Sosoknya menjadi bukti nyata bahwa di bawah naungan "Lentera Inspirasi", perempuan Indonesia siap menghadapi dunia dengan kekuatan dan kelembutan yang beriringan.

Selengkapnya, anda bisa menontonnya di Podcast Lentera Inspirasi di Youtube Chanel RRI CIREBON

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....