Eksperimen AI Steven Soderbergh dalam Dokumenter John Lennon

  • 08 Apr 2026 19:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Sutradara ternama Steven Soderbergh baru saja mengakui penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proyek dokumenter terbarunya tentang John Lennon dan Yoko Ono. Film ini akan berfokus pada wawancara terakhir pasangan tersebut dengan RKO Radio di New York tepat beberapa jam sebelum tragedi pembunuhan Lennon pada 8 Desember 1980.

Dilansir dari Far Out Magazine, dalam sebuah wawancara dengan Filmmaker, Soderbergh menjelaskan alasannya meyakini bahwa AI bisa menjadi kekuatan positif jika digunakan dengan cara yang tepat. Ia mengungkapkan bahwa teknologi tersebut telah membantunya menciptakan gambar-gambar surealis yang menempati ruang mimpi alih-alih ruang literal dalam dokumenter tersebut.

Soderbergh merasa proses kreatif ini sangat menyenangkan karena instruksi yang diberikan kepada AI membutuhkan pemahaman sastra yang mendalam agar hasilnya sesuai keinginan. Namun, sang sutradara tetap memperingatkan bahwa teknologi ini sangat membutuhkan pengawasan manusia yang sangat ketat agar tetap berada di tangan yang aman.

Sutradara ini juga membagikan pandangannya mengenai tujuan utama film ini setelah berdiskusi langsung dengan putra mereka, Sean Ono Lennon. Sean mengaku khawatir bahwa generasi muda saat ini tidak mengetahui nilai-nilai yang diperjuangkan oleh ayahnya di luar dunia musik.

Melalui dokumenter ini, Soderbergh berharap orang-orang dapat mendengar betapa terbukanya Lennon dan Yoko Ono dalam membahas seni, cinta, hingga politik. Ia merasa setiap kata yang diucapkan oleh pasangan legendaris tersebut masih sangat relevan dengan kondisi dunia pada masa sekarang.

Soderbergh memberikan klarifikasi bahwa penggunaan citra hasil AI hanya mencakup sebagian kecil dari total durasi keseluruhan filmnya. Sebanyak sembilan puluh persen visual tetap menggunakan foto arsip asli, sementara AI hanya mengisi porsi sepuluh menit yang tersebar dalam film berdurasi sembilan puluh menit tersebut.

Visual buatan tersebut akan muncul sebagai kantong-kantong gambar khusus saat Lennon dan Yoko mulai berbicara mengenai topik-topik filosofis yang mendalam. Penggunaan AI ini dirancang khusus untuk memperkuat suasana emosional tanpa menghilangkan keaslian dokumen sejarah yang menjadi fondasi utama film.

Meskipun belum mendapatkan tanggal rilis resmi, Soderbergh mengonfirmasi targetnya untuk menyelesaikan proses produksi dokumenter ini pada bulan Mei mendatang. Kehadiran film ini sangat dinantikan oleh para penggemar musik dan sejarah untuk mengenal lebih dekat sosok ikonik John Lennon dari sudut pandang yang baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....