Kontroversi Pernyataan Timothée Chalamet
- 17 Mar 2026 15:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Aktor papan atas Timothée Chalamet baru-baru ini menjadi pusat perhatian publik, namun sayangnya bukan karena prestasi aktingnya. Bintang film Marty Supreme ini memicu kemarahan komunitas seni pertunjukan setelah melontarkan komentar yang dianggap merendahkan seni balet dan opera.
Kontroversi ini bermula saat Timothée melakukan sesi town hall bersama Matthew McConaughey untuk CNN & Variety pada beberapa minggu lalu. Acara berdurasi kurang lebih selama 1 jam ini masih bisa disaksikan melalui youtube.
Saat membahas mengenai upaya menjaga agar bioskop tetap relevan, aktor berusia 30 tahun itu membuat perbandingan yang dianggap kurang pantas. "Saya tidak ingin bekerja di bidang balet atau opera, atau hal-hal di mana pesannya adalah: 'Hei, tolong pertahankan hal ini tetap hidup,' padahal kenyataannya tidak ada lagi yang peduli tentang hal tersebut," ujar Timothée.
Sadar pernyataannya bisa menyinggung, ia segera menambahkan, "Hormat saya untuk orang-orang di balet dan opera. Saya baru saja kehilangan 14 sen jumlah penonton... Sial, saya baru saja menyerang mereka tanpa alasan."
Melalui laporan yang ditulis Hollywood Life, komentar tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai tokoh dan institusi seni ternama. The Metropolitan Opera merespons melalui video di Instagram yang menunjukkan kerja keras di balik layar produksi panggung mereka dengan caption sindiran: "This one’s for you, @tchalamet."
Selanjutnya, Misty Copeland, penari balet legendaris ini menekankan bahwa popularitas sebuah karya seni tidak menentukan nilai budayanya. Ia juga menyebut ironis bahwa Timothée berasal dari keluarga penari (ibu, nenek, dan saudara perempuannya adalah bagian dari New York City Ballet).
Disusul kemudian pernyataan dari Whoopi Goldberg dalam acara The View, Whoopi memberikan teguran keras dengan mengatakan, "Jangan meminta maaf setelah menghina. Kamu tidak bisa bilang 'Ini bodoh, tanpa maksud merendahkan,' karena itu adalah penghinaan mutlak."
Banyak kritikus menilai komentar ceroboh ini memengaruhi momentum Timothée di ajang Academy Awards 2026. Sempat dijagokan memenangkan kategori aktor terbaik untuk perannya di Marty Supreme, piala tersebut akhirnya jatuh ke tangan Michael B. Jordan melalui penampilannya dalam film Sinners.
Bahkan, pembawa acara Oscar 2026, Conan O'Brien, sempat menyindir kejadian ini dalam monolog pembukanya dengan bercanda bahwa pengamanan malam itu sangat ketat karena kekhawatiran akan "serangan" dari komunitas opera dan balet. Linimasa media sosial pun kemudian tak luput dari meme yang menampilkan kegagalan Timothée Chalamet dalam memenangkan Piala Oscar tahun ini.
Wajah Chalamet tampak diedit menyerupai poster film How to Lose a Guy in 10 Days yang dibintangi oleh Matthew McConaughey, namun judul film tersebut kemudian diganti dengan How to Lose an Oscar in 10 Days.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....