Review A Knight of the Seven Kingdoms Season 1 (2026): Hangat Menyengat Hati!
- 03 Mar 2026 14:07 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon: A Knight of the Seven Kingdoms, serial prekuel terbaru dari semesta Game of Thrones yang merupakan adaptasi dari seri novela Tales of Dunk and Egg karya George R.R. Martin baru saja mengakhiri musim pertamanya, setelah episode 6 atau episode terakhirnya tayang pada Senin 23 Februari 2026.
Bagi anda yang telah menjadi pengagum dari dunia Game of Thrones milik George R.R. Martin, sembari menantikan musim ketiga serial House of the Dragon yang akan tayang perdana pada Juni 2026, berikut adalah ulasan untuk serial A Knight of the Seven Kingdoms, serial yang bisa mengembalikan antusiasme anda terhadap semesta Game of Thrones.
Serial yang mengambil setting waktu 90 tahun sebelum peristiwa di Game of Thrones dan sekitar 70-80 tahun setelah era House of the Dragon ini berbeda dengan dua serial pendahulunya, paling tidak lewat pendekatan dua karakter utamanya, Ser Duncan the Tall dan Egg, yang jauh dari hingar bingar serta peliknya politik kerajaan.
Sisi lain kehidupan Westeros diceritakan dengan sangat menarik dan menyamankan, setidaknya di dua episode pembuka. Kekuatan utama dari serial ini, selain dari sudut pandang dua karakter utamanya adalah pada relasi unik yang terjalin antara Ser Duncan the Tall dan Egg. Penonton dibuat ikut berjalan, berdesakan hingga makan apa yang keduanya makan, priceless.
Meskipun secara produksi tidak semegah Game of Thrones dan House of the Dragon, khususnya pada elemen yang paling mahal, yaitu kehadiran naga, karena memang era ini berada pada masa ketika naga telah punah. A Knight of the Seven Kingdoms berhasil tetap terasa mahal dengan detil, khususnya di costume design.
Musim pertama A Knight of the Seven Kingdoms benar-benar layak mendapatkan perhatian, karena dengan jumlah episodenya yang hanya 6 dan durasi tiap episodenya yang berada di rerata 30 menit, serial ini berhasil membuat banyak fans Game of Thrones menginvestasikan perasaannya pada karakter-karakter di dalamnya.
Meski ringan, unsur politik serta tekanan dari beberapa house besar di Westeros tetap hadir dengan porsi yang tepat. Meski tidak banyak adegan perkelahian, namun anda akan benar-benar tercengang saat memasuki adegan perkelahian dalam serial ini. Perjuangan Dunk untuk menjadi kstaria sejati bersama sahabatnya Egg, layak diikuti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....