Bandara Paling Sibuk di Dunia: Pusat Pergerakan Penumpang Global
- 16 Feb 2026 11:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Di dunia yang semakin terhubung, bandara tak lagi sekadar tempat pesawat lepas landas dan mendarat tetapi juga menjadi pusat aktivitas manusia dari seluruh penjuru dunia. Melansir dari Encyclopedia Britannica, menurut data terbaru dari Airports Council International (ACI), bandara-bandara tersibuk dunia mencatat jumlah penumpang yang luar biasa tinggi, mencerminkan meningkatnya mobilitas global setelah pandemi.
1. Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport (ATL), AS
Menjadi juara di puncak daftar, bandara ini mencatat lebih dari 108 juta penumpang sepanjang tahun 2024, menjadikannya bandara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah orang yang datang dan pergi. ATL terkenal sebagai hub utama untuk penerbangan domestik maupun internasional di Amerika Serikat.
2. Dubai International Airport (DXB), Uni Emirat Arab
Sebagai bandara tersibuk untuk penerbangan internasional, DXB melayani lebih dari 92 juta penumpang tahun lalu. Terus mencetak rekor baru, DXB kini dikenal sebagai gerbang penting antara Asia, Eropa, dan Afrika.
3. Dallas/Fort Worth International Airport (DFW), AS
Bandara besar yang melayani wilayah Texas ini mencatat hampir 88 juta penumpang, memperkokoh posisinya di daftar teratas bandara dunia.
4. Tokyo Haneda Airport (HND), Jepang
Salah satu titik paling sibuk di Asia, Haneda melayani lebih dari 85 juta penumpang, menghubungkan Jepang dengan berbagai destinasi global.
5. London Heathrow (LHR), Inggris
Bandara terbesar di Britania Raya ini tetap menjadi salah satu hub penting di Eropa dengan lebih dari 83 juta penumpang setiap tahunnya.
Selain itu, bandara-bandara lain seperti Denver, Istanbul, Chicago O’Hare, New Delhi, dan Shanghai Pudong juga masuk dalam jajaran 10 terbesar dunia berdasarkan jumlah penumpang. Pertumbuhan lalu lintas penumpang ini dipicu oleh meningkatnya pariwisata global, konektivitas rute internasional yang kuat, serta pulihnya aktivitas bisnis dan perjalanan keluarga setelah pembatasan selama pandemi.
Secara kolektif, 20 bandara teratas memproses lebih dari 1,5 miliar orang sekitar 16% dari total perjalanan udara global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....