Battle Of Three: Adu Kelucuan Komunitas Standupindo Ciayumajakuning
- 15 Feb 2026 11:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Battle of Three atau Adu Kelucuan Komunitas Standupindo di Wilayah III Cirebon menjadi agenda rutin yang digelar komunitas Standupindo se-Ciayumajakuning sejak 2019. Ajang ini mempertemukan komika terbaik dari masing-masing daerah dalam satu panggung penuh gengsi dan tawa.
Tahun ini ada yang sedikit berbeda, Standupindo Cirebon tidak ikut bertanding karena bertindak sebagai tuan rumah dan memasukkan kompetisi ini ke dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-14 mereka.
Acara yang berlangsung pada Sabtu Malam, 14 Februari 2026 itu diikuti oleh Standupindo Indramayu, Standupindo Majalengka, dan Standupindo Kuningan.
Masing-masing komunitas mengirim tiga komika untuk bertarung dalam tiga babak, dengan durasi tampil tiga menit di setiap penampilan. Konsepnya sederhana, tapi tensinya terasa.
Jalannya acara dipandu Tamtam dan Edi Takoyaki yang sukses memanaskan suasana sebelum battle dimulai. Di babak pertama tampil Sahrul dari Majalengka, Amsori dari Kuningan, dan Fikri Dinamit dari Indramayu.
Ketiganya menghadirkan warna berbeda di atas panggung. Majalengka tampil dengan penulisan materi yang rapi dan emosi yang meledak-ledak.
Kuningan mengandalkan gimmick yang tak terduga, sementara Indramayu membawa isu sosial dan kultur daerah lewat stand up bilingual Indonesia-Dermayon. Perbedaan gaya itu justru membuat babak pertama terasa dinamis dan segar.
Memasuki babak kedua, Ayub dari Indramayu, Wahyu dari Majalengka, dan Fauzy Husni dari Kuningan naik panggung. Menariknya, ketiganya sama-sama berprofesi sebagai guru atau tenaga pendidik.
Ayub membandingkan kultur Indramayu dan Cirebon, Wahyu bercerita penuh emosi soal perjuangannya berangkat dari Majalengka ke Cirebon menerobos hujan. Namun kejutan datang dari Kuningan.
Fauzy Husni tak menuntaskan penampilannya sendiri, melainkan memanggil Amsori untuk melanjutkan materi. Gimmick ini mengundang tawa sekaligus rasa penasaran penonton, seolah menjadi benang merah strategi Kuningan malam itu.
Di babak ketiga, Edward dari Kuningan, Maman Doglong dari Indramayu, dan Egi dari Majalengka menjadi penampil terakhir. Lagi-lagi Kuningan memainkan gimmick, Edward tidak benar-benar tampil stand up, melainkan hanya muncul untuk kembali memanggil Amsori.
Maman Doglong dengan percaya diri mengaku sebagai “Bocil Skena”, sementara Egi menyentil tagline move on Standupindo Cirebon yang disebutnya belum sepenuhnya move on karena masih terjebak prestasi masa lalu. Di akhir sesi, penentuan pemenang dilakukan lewat dukungan dan tepuk tangan penonton.
Suasana riuh jadi penentu. Standupindo Majalengka akhirnya keluar sebagai juara dalam malam yang penuh kehangatan dan tawa itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....