Siapa Hajime Kashimo? Penyihir Berjuluk Dewa Petir

  • 11 Feb 2026 21:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon: Episode 53 anime Jujutsu Kaisen Season 3 telah tayang pada Kamis, 5 Februari 2026 di beberapa aplikasi streaming berbayar legal di Indonesia, seperti Vidio, Crunchyroll, Netflix, Bstation (Bilibili), dan iQIYI.

Musim ketiga Anime Jujutsu Kaisen terus menghadirkan karakter-karakter baru dengan durasi perkenalan hingga screentime yang terbilang singkat, namun tetap penting dalam menjalin keseluruhan cerita. Sebut saja nama-nama seperti Naoya Zenin, Tengen, Hana Kurusu, Fumihiko Takaba, penyihir-penyihir kuat dari keluarga atau klan Zenin, Ogi, Ranta,Jinichi, Kinji Hakari dan Kirara Hoshi.

Terakhir, karakter terbaru yang telah diperkenalkan di episode 53 yang tayang pada Kamis, 5 Februari 2026, yaitu Hajime Kashimo. Meski penampilannya sangat singkat di ujung episode, namun Hajime Kashimo adalah salah satu peserta atau pemain Culling Game yang dinanti para fans Jujutsu Kaisen.

Sebenarnya siapa Hajime Kashimo? dan seperti apa perannya dalam Culling Game? Berikut adalah perkenalan singkat untuk Hajime Kashimo, Penyihir yang dijuluki sebagai Dewa Petir. Julukan tersebut bukan tanpa alasan, karena energi terkutuknya memiliki sifat alami listrik.

Hajime Kashimo adalah salah satu peserta atau pemain Culling Game yang bereinkarnasi dan dibangkitkan oleh Kenjaku. Hajime adalah penyihir legendaris dari era Edo atau 400 tahun lalu, tujuan utamanya mengikuti Culling Game adalah bertarung melawan Ryomen Sukuna, tidak ada yang lain.

Kekuatan dari Hajime yang energi kutukannya memiliki sifat alami listrik adalah memberikan efek kejut yang bisa melumpuhkan sistem saraf lawan di setiap serangannya. Kashimo bisa melepaskan sambaran petir dengan akurasi 100%, tanpa perlu menggunakan Domain Expansion.

Hajime juga punya satu jurus pamungkas, yang hanya bisa digunakan satu kali, yaitu Mythical Beast Amber. Ini adalah teknik terkutuk (Innate Technique) miliknya yang hanya bisa digunakan sekali seumur hidup karena akan menghancurkan tubuhnya setelah digunakan. Teknik ini mengubah tubuhnya menjadi perwujudan fenomena listrik murni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....