Capaian Fantastis 'Sinners', 16 Nominasi Oscar

  • 24 Jan 2026 08:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Film Sinners karya sutradara Ryan Coogler mencetak sejarah sebagai film pertama yang meraih 16 nominasi dalam ajang Oscar. Pencapaian luar biasa ini berhasil mematahkan rekor 14 nominasi yang sebelumnya dipegang bersama oleh film Titanic dan La La Land.

Dilansir dari Far Out Magazine, Sabtu, 24 Januari 2026, film ini unggul di berbagai kategori utama seperti Film Terbaik, Aktor Terbaik, hingga kategori baru yakni Penata Peran Terbaik. Dalam perebutan piala Film Terbaik, Sinners akan bersaing ketat dengan sembilan kandidat kuat lainnya termasuk Marty Supreme.

Sinners berkisah tentang perjuangan saudara kembar di Mississippi era 1930-an yang berusaha mendirikan sebuah klub musik blues. Michael B. Jordan memerankan kedua karakter tersebut saat mereka harus melawan rasisme dan vampir melalui kekuatan musik.

Dikutip dari Wordinblack.com, film bergenre horor-drama ini berhasil meraup pendapatan domestik lebih dari $123 juta di tengah perdebatan sengit mengenai pesan moral di dalamnya. Meskipun sukses besar secara finansial, penonton terbelah antara yang menganggapnya sebagai eksplorasi sejarah ras dan mereka yang menudingnya sebagai karya "iblis".

Kritikus Gabrielle Chenault memuji keberanian Ryan Coogler dalam menampilkan Hoodoo sebagai praktik spiritual leluhur yang membantu koneksi dengan garis keturunan Afrika. Namun, elemen misterius ini justru dianggap sebagai sihir jahat oleh sebagian penonton yang merasa terganggu dengan penggambaran kekuatan supranatural tersebut.

Penulis Chris Williams berargumen bahwa Sinners bukan bertujuan meruntuhkan iman, melainkan membedah ketegangan sejarah rasisme dan kekuasaan di Amerika. Ketidaknyamanan yang dirasakan penonton dianggap sebagai poin utama untuk memahami perjuangan warga kulit hitam di era Jim Crow Selatan.

Posisi kedua dalam jumlah nominasi Oscar tahun ini ditempati oleh film One Battle After Another dengan total raihan 13 kategori. Sang sutradara sendiri sempat menolak bergabung dengan The Academy pada tahun 2016 karena merasa tidak setuju terhadap sebuah ajang yang membandingkan kualitas antar karya seni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....