Menyelami Luka Dibalik Lagu 'Kultusan' Sal Priadi

  • 17 Sep 2025 11:35 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Siapa sangka, lagu berjudul Kultusan yang dinyanyikan oleh Sal Priadi ternyata memiliki makna yang begitu menyakitkan. Dirilis pada tahun 2020 sebagai bagian dari album Berhati, lagu ini menjadi salah satu karya yang ikonik dari Sal yang dikenal dengan liriknya yang puitis.

Kata ‘kultus’ sendiri dalam KBBI berarti ‘penghormatan’, dan lewat liriknya yang magis, Sal berhasil menggambarkan pahitnya perselingkuhan. Kekasih yang selama ini dipuja-puja, dianggap segalanya, justru mengkhianati kepercayaan dengan bercumbu mesra bersama orang lain.

Kisah getir ini terasa dekat dengan siapa saja yang pernah menaruh cinta dan kepercayaan penuh, hanya untuk akhirnya dikhianati. Dengan cara yang puitis, Kultusan mengajak pendengarnya menyelami luka cinta yang tak selalu indah.

Dengan lirik yang ada pada lagu tersebut, “Kau berbohong, yang mulia. kau pendusta”. Sal Priadi seakan mengajak kita merasakan pedihnya dikhianati. Bayangkan, seseorang yang sangat kita kagumi dan puja ternyata justru mematahkan hati dengan kebohongan. Kata 'yang mulia' di sini menggambarkan bagaimana kita menaruh pasangan di tempat yang sangat tinggi, seakan tanpa cela.

Dari lirik “Kelak terulang lagi kau mintaku runtuhkan bumi, di atas kepalamu dan kupercaya lagi” Sal Priadi menyiratkan siklus menyakitkan dalam sebuah hubungan. Kekasih yang berkhianat seolah datang dengan penyesalan dan meminta maaf. Tapi, setelah pintu maaf itu terbuka, pengkhianatan yang sama terulang kembali.

Lirik tersebut menunjukkan betapa rapuhnya posisi seseorang yang masih percaya meski sudah disakiti berulang kali, antara cinta yang terlalu besar dan ketidakmampuan untuk benar-benar melepaskan. Kisah dalam Kultusan membuat kita sadar bahwa tidak semua cinta layak dipertahankan. Terkadang, melepaskan justru menjadi jalan terbaik untuk menyembuhkan diri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....