Cleoparta: Film Epik yang Membuat Studionya Hampir Bangkrut

  • 14 Mei 2025 09:15 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Film Cleopatra (1963) menceritakan tentang perjuangan Cleopatra VII, Ratu Mesir, untuk mempertahankan kekuasaannya dan kerajaannya dari ambisi kekaisaran Roma. Alur cerita film ini berfokus pada dua hubungan asmara penting dalam hidupnya yang memiliki implikasi politik yang besar. Film Cleopatra menggambarkan ambisi, intrik politik, dan kisah cinta tragis dari seorang ratu legendaris yang berusaha untuk mempertahankan kerajaannya di tengah gejolak kekuasaan Kekaisaran Romawi.

Namun taukah Anda bahwa ternyata dibalik cerita dan kemegahan dari film ini? Konon film Cleopatra yang dirilis pada tahun1963 ini, dikenal juga lantaran skala produksinya yang sangat mahal dan berbagai masalah di balik layar yang menyebabkan pembengkakan anggaran yang luar biasa. Meskipun menjadi film terlaris pada tahun 1963, biaya produksinya yang membengkak membuatnya gagal menghasilkan keuntungan yang diharapkan dan hampir menjatuhkan studio 20th Century Fox.

Mengutip dari laman akun instagram @wissenlab, mengapa film Cleopatra menjadi mahal lantaran adanya beberapa faktor utama yang kemudian menyebabkan pembengkakan biaya dan hampir saja membuat kebangkrutan studionya.

• Pergantian Lokasi Syuting: Produksi awalnya dimulai di Pinewood Studios di Inggris, namun cuaca buruk dan penyakit yang diderita Elizabeth Taylor (pemeran utama) memaksa produksi untuk dipindahkan ke Roma, Italia. Pemindahan ini menyebabkan pemborosan jutaan dolar untuk set yang tidak terpakai dan pembangunan set baru.

• Pergantian Sutradara dan Aktor: Sutradara awal, Rouben Mamoulian, mengundurkan diri dan digantikan oleh Joseph L. Mankiewicz. Selain itu, beberapa aktor juga diganti, yang menyebabkan penundaan dan biaya tambahan.

• Naskah yang Terus Berubah: Naskah film mengalami banyak revisi oleh beberapa penulis, bahkan selama masa produksi. Kurangnya naskah yang final menyebabkan inefisiensi dan pengambilan gambar ulang yang mahal.

• Skandal Perselingkuhan Bintang Film: Hubungan asmara antara Elizabeth Taylor dan Richard Burton (pemeran Mark Antony) menjadi berita utama di seluruh dunia. Meskipun skandal ini menarik perhatian publik dan meningkatkan minat pada film, hal ini juga menambah tekanan dan gangguan pada produksi.

• Biaya Produksi yang Fantastis: Elizabeth Taylor menerima gaji 1 juta dolar AS, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk seorang aktris pada saat itu. Selain itu, film ini menampilkan ribuan kostum mewah (termasuk satu yang terbuat dari emas 24 karat), set yang megah, dan adegan pertempuran laut yang melibatkan banyak figuran dan kapal. Total biaya produksi diperkirakan mencapai 44 juta dolar AS, yang menjadikannya film termahal yang pernah dibuat pada masanya. Jika disesuaikan dengan inflasi, angka ini setara dengan ratusan juta dolar saat ini.

• Durasi Film yang Panjang: Hasil akhir film berdurasi lebih dari empat jam, yang membatasi jumlah penayangan dalam sehari dan berpotensi mengurangi pendapatan box office.

Meskipun Cleopatra berhasil meraup pendapatan kotor sekitar 57 juta dolar AS di Amerika Utara, angka ini tidak cukup untuk menutupi biaya produksi dan pemasaran yang sangat besar. Akibatnya, 20th Century Fox mengalami kerugian besar dan terpaksa menjual sebagian besar asetnya, termasuk area belakang studionya yang kemudian menjadi Century City, untuk menghindari kebangkrutan. Meskipun hampir menghancurkan studionya, Cleopatra tetap menjadi film yang ikonik dan dikenang karena ambisi, kemewahan visual, dan drama di balik layarnya.

(Sumber: instagram @wissenlab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....