"Teror dan Frustasi Paling Menyenangkan" - Nosferatu (2024): Review Film

  • 08 Feb 2025 01:49 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Salah satu sosok paling memorable dalam memori anak-anak yang tumbuh bersama serial Spongebob Squarepants, yang bahkan hanya punya screentime beberapa detik saja itu, ternyata punya hidup yang tragis. Kalimat yang pertama kali penulis ingat begitu selesai menonton film Nosferatu. Berikut ulasannya.

Nosferatu yang resmi tayang di Indonesia pada Rabu (5/2/2025) adalah film yang dikemudikan begitu hati-hati oleh Robert Eggers, sutradara yang juga telah teruji lewat film-film berposter gelap lainnya seperti The Witch (2015), The Lighthouse (2019) dan The Northman (2022). Filmnya sendiri bercerita tentang terpanggilnya sosok vampir kuno oleh cinta dan tentu saja rasa hausnya akan darah.

Lily-Rose Depp yang berperan sebagai kekasih Count Orlok atau sang vampir yang nyaris hidup abadi tanpa siapapun di kastilnya. Penampilan anak dari Johnny Deep yang solid, bahkan mustahil siapapun yang menonton film ini dapat melewatkan satu mimik penuh rasa tidak aman darinya. Kengerian tersebut kemudian berpadu dengan kualitas akting Bill Skarsgård, yang tampil semonster-monsternya.

Rasanya tidak berlebihan jika penulis mengatakan, bahwa Nosferatu adalah film horor modern dengan cerita berusia ratusan tahun yang bukan hanya penuh elemen klasik, namun juga estetik. Keindahan audio visualnya, produksian latar, hingga pemilihan bahasa untuk dialognya benar-benar sanggup menopang keumuman dari premisnya.

Film yang pertama kali diumumkan sejak tahun 2015 ini, menjelma sebagai gambaran kepedihan dan kengerian yang beriringan dengan teror. Temponya yang lambat dan penggunaan jumpscare yang tidak jadi andalan seolah memberikan rasa aman yang palsu. Nosferatu juga menjadi bukti, bahwa dibalik sesuatu yang sangat sulit diterima, selalu ada satu nafas yang menyelematkan dan membuat kita akhirnya bisa dan mau menerima kesulitan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....