’Roundhay Garden Scene’ Film Tertua dan Pertama di Dunia
- 12 Nov 2024 16:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Bagi anda pencinta Film, tentu sekarang ini akan lebih sangat menikmati hasil film yang dibuat oleh para sineas tanah air dan manca negara. Kecanggihan teknologi hingga saat ini, tentu saja mempermudah pada proses penggarapannya, pun termasuk saat mempublikasikan hasilnya. Bahkan boleh dikatakan hampir semua orang bisa dengan mudah menonton film, lantaran televisi, bioskop bahkan tv digital dengan mudahnya dapat di akses. Namun taukan anda, pada jaman dulu, sineas yang ingin membuat sebuah film, membutuhkan perjuangan yang tidak main-main. Mengapa demikian? Ya itu karena keterbatasan alat yang dimiliki pada jamannya.
Berbicara tentang film, ada hal menarik yang mungkin saja tidak banyak orang ketahui, seperti siapakah dan film apakah yang pertama kali dibuat. Nah untuk anda yang penasaran, mari kita terlusuri bersama tentang Sebuah film yang tercatat sebagai film pertama dan tertua di dunia.
Mengutip dari laman wikiepedia.org, Adalah film yang berjudul Roundhay Garden Scene yang merupakan sebuah film pendek dari tahun 1888 yang paling tertua dan pertama dalam dunia perfilman yang disutradarai oleh Louis Le Prince, seorang lulusan kimia yang menerima paten panorama animasi pada tahun 1886 di Amerika Serikat. Selain itu Le Prince juga merancang kamera tunggal dan kamera enam belas lensa dan kamera tiga lensa di tahun 1888.
Menurut Guinness World Record, Roundhay Garden Scene adalah film bergerak pertama yang dibuat oleh penemu asal Prancis bernama Louis Le Prince, di Inggris pada tahun 1888. film yang berjudul Roundhay Garden Scene direkam dengan 20 frame per detik. Film tersebut menceritakan tentang seorang penemu asal Prancis di pinggiran Kota Leeds, Inggris, tanpa suara atau film bisu. Film tersebut menampilkan keseharian keluarga Joseph dan Sarah Whitley. Menurut putra Le Prince, Adolphe, film ini direkam di Oakwood Grange Road di Roundhay, Leeds, West Yorkshire, Inggris pada 14 Oktober 1888. Pada 1930, National Museum of Photography, Film & Television membuat salinan foto dari materi film ini yang tersisa. Hasilnya menggunakan 52 frame dan panjangnya hanya 2 detik pada kecepatan 24,64 fps.
Pada 24 Oktober 1888, hanya 10 hari setelah tampil dalam film ini, Sarah Whitley, mertua Le Prince, meninggal dunia di Leeds. Pada 16 September 1890, ketika ia bermaksud pergi ke London untuk mematenkan penemuannya, sutradara Le Prince menghilang di kereta api antara Dijon dan Paris. Pada 1902, 2 tahun setelah bersaksi dalam kasus menghilangnya ayahnya, Alphonse Le Prince ditembak mati di New York. Pada 16 September 1890, Le Prince dikabarkan menghilang dari kereta jenazah dan kopernya tidak pernah ditemukan, sampai satu abad kemudian. Menurut penelitian yang ditulis oleh Christopher Rawlence, salah satu alasan utama kenapa penemu itu menghilang adalah untuk menyembunyikan karya dan takut karyanya ditertawakan. Pasalnya, film pertamanya tersebut dibuat dengan kamera lensa tunggal. Sedangkan film yang cocok untuk memenuhi ekspektasinya adalah kamera tiga lensa.
Louis Le Prince menghilang sebelum ia mengklaim posisinya dalam sejarah perfilman sebagai penemu sinematografi. Sayangnya, karena beberapa alasan, nama Le Prince menghilang dari catatan sejarah dunia, setelah Louise dan Auguste Lumiere atau Lumiere bersaudara mengklaim bahwa film pertama di dunia dibuat oleh mereka pada tahun 1895. Tapi sebelum itu, penemu Thomas Edison sudah mengklaim penobatan tersebut melalui alat mesin Kinetoscope yang dibuatnya pada tahun 1891. Namun istri dan putra Le Prince, Adolphe, berusaha mempertahankan penemuan ayahnya hingga dinobatkan sebagai penemu Sinematografi 1898.
Terlepas dari itu semua, Bagaimanapun film hitam putih dan tanpa suara, berjudul Roundhay Garden Scene, disutradarai dan penggarapan Sinematografinya yang dibuat oleh Louis Le Prince, hingga saat ini dikenal dan dipercaya banyak sineas dunia sebagai film pertama dan tertua di dunia dalam catatan sejaran perfilman global.