Kenapa Film Horor Nggak Pernah Sepi? ‘Danur: The Last Chapter’ Jadi Buktinya!
- 07 Apr 2026 10:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Kalau diperhatikan, setiap kali ada film horor Indonesia tayang di bioskop, hampir pasti penontonnya ramai. Bahkan di saat banyak pilihan film lain, horor tetap jadi favorit. Hal ini kembali terlihat dari ramainya penonton film Danur: The Last Chapter yang langsung menarik perhatian sejak awal rilis.
Film ini jadi penutup dari perjalanan panjang kisah Risa, seorang perempuan yang bisa melihat makhluk tak kasat mata. Di cerita kali ini, suasananya terasa lebih gelap dan emosional. Risa harus menghadapi masa lalu yang selama ini tersembunyi, sekaligus ancaman yang jauh lebih berbahaya dari sebelumnya. Bukan cuma soal rasa takut, tapi juga tentang perasaan kehilangan, tekanan batin, dan konflik yang terasa dekat dengan kehidupan nyata.
Kesuksesan film ini bukan sekadar opini, tapi juga terlihat dari angka penontonnya. Dalam waktu kurang dari tiga minggu penayangan, Danur: The Last Chapter sudah berhasil menembus lebih dari 3 juta penonton dan bahkan mencapai sekitar 3,1 juta tiket terjual di bioskop Indonesia. Pencapaian ini menjadikannya sebagai film Indonesia terlaris di momen Lebaran 2026, sekaligus film pertama tahun ini yang berhasil menembus angka tersebut.
Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap film horor masih sangat tinggi. Bahkan, dalam periode yang sama, film-film lain yang tayang bersamaan masih berada di bawah perolehan tersebut.
Salah satu alasan kenapa film horor Indonesia selalu laris adalah karena ceritanya dekat dengan kehidupan masyarakat. Banyak film horor yang terinspirasi dari cerita nyata, mitos, atau kisah yang sering kita dengar sehari-hari. Hal ini membuat penonton merasa, “ini kayaknya bisa terjadi di dunia nyata,” sehingga rasa takutnya jadi lebih terasa.
Selain itu, nonton film horor punya sensasi yang berbeda. Banyak orang justru menikmati momen kaget bareng teman atau keluarga. Teriakan, kaget, bahkan ketawa setelah adegan seram jadi bagian dari pengalaman yang bikin nagih. Tidak heran kalau horor sering jadi pilihan saat bingung mau nonton apa di bioskop.
Dari sisi promosi, film seperti Danur: The Last Chapter juga punya keuntungan karena sudah dikenal sejak seri sebelumnya. Jadi, tanpa perlu banyak penjelasan, penonton sudah penasaran duluan. Ditambah promosi di media sosial yang masif, film ini semakin mudah menjangkau banyak orang.
Meski begitu, ada juga penonton yang merasa film horor Indonesia mulai terasa mirip satu sama lain. Ceritanya sering berkisar di rumah angker, santet, atau arwah penasaran. Tapi di sisi lain, beberapa film mulai mencoba memberikan sesuatu yang berbeda, seperti cerita yang lebih dalam dan emosional, bukan sekadar menakut-nakuti.
Melihat kondisi sekarang, bisa dibilang horor sudah jadi bagian dari selera utama penonton Indonesia. Tinggal bagaimana para pembuat film bisa terus menghadirkan cerita yang segar agar penonton tidak bosan.
Kesuksesan Danur: The Last Chapter jadi bukti nyata bahwa film horor masih punya tempat yang kuat di hati masyarakat. Selama ceritanya menarik dan dekat dengan penonton, genre ini kemungkinan besar akan terus mendominasi bioskop Indonesia.
Di balik film ini, ada beberapa nama penting yang ikut berperan. Untuk pemain, film ini dibintangi oleh Prilly Latuconsina sebagai tokoh utama, bersama Sandrinna Michelle, Shawn Adrian Khulafa, dan Kinaryosih.
Sementara itu, kursi sutradara dipegang oleh Awi Suryadi yang sudah dikenal lewat film-film horor sebelumnya. Naskahnya ditulis oleh Lele Laila, dan film ini diproduksi oleh MD Pictures yang sering menghadirkan film-film sukses di Indonesia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....