Di Balik Kisah Mistis Dan Mitos Jalan Karanggetas

  • 12 Jan 2024 11:28 WIB
  •  Cirebon

Keunikan Cirebon bukan hanya terlihat dari budaya, bahasa dan kulinernya nya, tetapi juga dari beberapa tempat unik yang tak jarang membuat orang terheran-heran.

Salah satu tempat unik di Kota Udang ini adalah sebuah jalan yang bernama Karanggetas. Jalan Karanggetas yang berada di Kota Cirebon cukup popular di berbagai kalangan.

Aktivitas yang ramai menjadi salah satu ciri Jalan Karanggetas yang merupakan salah satu pusat perekonomian di Kota Cirebon.

Tampak pertokoan modern yang berjejer menyediakan berbagai kebutuhan dari mulai toko electronik, fashion, alat tulis kantor dan rumah tangga serta tak kalah menarik adanya jejeran toko emas. Namun di balik berputarnya roda perekonomian di jalan itu, Karanggetas ternyata menyimpan mitos yang kuat. Karanggetas merupakan jalan yang paling dihindari para pejabat dan petinggi maupun orang-orang yang memiliki ilmu kebatinan.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika pejabat atau orang yang memiliki pesugihan dan ilmu kebatinan namun memiliki sifat sombong, maka semua itu akan luntur saat melintasi Jalan Karanggetas. Budayawan Cirebon Akbarudin Sucipto menuturkan Jalan Karanggetas masih dipercaya sebagai daerah 'terlarang' bagi para pejabat lalim dan sombong. Dijelaskan, kata Karanggetas berasal dari dua kata Bahasa Cirebon, karang dan getas. Karang sendiri dalam bahasa bermakna hutan gundul, adapun getas bermakna tumpul, patah atau tak berfungsi.

Asal muasal Karanggetas, menurut Akbarudin Sucipto, berawal dari kisah Kedatangan Syekh Magelung Sakti di tanah Caruban (Cirebon) sekitar 1479. Kedatangannya ke Cirebon karena ia mendengar di daerah tersebut ada orang yang dikenal dengan kesaktiannya dapat memotong rambutnya.Di daerah Karanggetas, Syekh Magelung Sakti kemudian menyampaikan keinginannya mencari lawan untuk memotong rambutnya.

Apabila ada orang yang mampu mengalahkannya, Syekh Magelung Sakti bersedia menjadi pengikutnya.Singkat cerita, Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati menanggapi tantangan tersebut dan berhasil memotong rambut Syekh Magelung Sakti dengan kedua jarinya. Dia pun akhirnya bersedia menjadi pengikut Sunan Gunungjati untuk menyebarkan ajaran Islam di tanah Cirebon.

Hingga kini, kata Akbarudin, Jalan Karanggetas masih dipercaya sebagai tempat pantangan bagi pemimpin yang sombong dan angkuh melintasi jalan tersebut. (LJ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....