Perjuangan Salim, Kayuh Gerobak Rongsok Keliling Kampung Indramayu

  • 16 Agt 2026 16:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Pria paruh baya bernama Salim dengan tubuh mungilnya tampak mendorong gerobak rongsok saat terik matahari terasa menyengat di ruas Jalan Sastra Atmaja, Indramayu. Pria kelahiran Cirebon 51 tahun lalu itu sesaat tampak menghentikan laju gerobak pembawa barang rongsoknya untuk beristirahat.

Ia memilih duduk beristirahat di bawah rerindangan pohon mangga yang berada di seberang jalan, tepat di samping kantor Diskominfo Kabupaten Indramayu. Keringat tampak membasahi bajunya yang lusuh, sementara topi usang termakan waktu ikut setia menemani langkahnya berkeliling kampung demi menyambung hidup istri dan kedua anaknya.

Siang itu, di sela-sela istirahatnya saat ditemui RRI, Salim membagikan kisah pengalaman hidupnya sebagai tukang rongsok yang sehari-hari mengelilingi pemukiman warga. Demi memenuhi kebutuhan keluarga, setiap hari ia menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer sambil mengayuh gerobaknya.

Aktivitasnya dimulai sejak pagi hari dari rumah kediamannya di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Ia menjelajahi lintas desa di wilayah Kecamatan Indramayu sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali pulang saat sore hari.

"Pagi sekitar jam 7 udah harus berangkat berkeliling kampung mendatangi rumah-rumah warga menanyakan apakah memiliki barang rongsokan untuk dijual," ujar Salim, Minggu, 16 Agustus 2026.

Selain berkeliling secara acak, ia juga terkadang mengambil jalur alternatif guna mengumpulkan barang rongsok di tempat-tempat yang sudah disepakati sebelumnya. Penjualan barang tersebut telah dijadwalkan bersama para warga setempat yang ingin melepas barang bekas mereka.

"Biasanya kalo udah ada janji dengan warga tinggal mengambil barang rongsoknya jenisnya macem-macem. Ada kardus, besi tua, dan lainnya," kata bapak dua anak itu.

Perjalanannya yang harus keluar masuk kampung membuat barang rongsok yang didapatkan Salim setiap harinya tidak pernah pasti. Kondisi jumlah barang perolehan tersebut sangat memengaruhi besarnya pendapatan yang ia terima saat menjualnya kembali kepada pengepul.

"Kadang sehari saat dijual pada pengepul saat sedang sepi dapat 20 ribu. Penghasilan tidak menentu, karena pernah mendapat 300 ribu sampai gerobak penuh tidak muat," kata Salim mengakhiri percakapannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....