Sejarah Langgar Agung Kasepuhan Cirebon dan Jejak Akulturasinya
- 28 Mei 2026 18:54 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon memiliki sejarah panjang yang berawal dari konsep “sanggar” sebagai tempat pemujaan leluhur sebelum kemudian berkembang menjadi ruang ibadah Islam dan pelaksanaan tradisi budaya di lingkungan keraton. Transformasi fungsi itu memperlihatkan proses akulturasi budaya dalam perkembangan Islam di Cirebon.
Bangunan Langgar Agung berada di kompleks Keraton Kasepuhan, tepatnya di sebelah barat halaman Kemandungan, dan hingga kini tetap menjadi salah satu ruang sakral yang digunakan masyarakat serta keluarga keraton. Keberadaannya menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Islam dan budaya di wilayah Cirebon.
Wakil Kepala Pemandu Keraton Kasepuhan, Raden Nanung Muhammad Suradi, mengatakan istilah langgar berasal dari kata sanggar yang sejak masa lampau telah digunakan sebagai tempat ibadah masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Langgar Agung itu berasal dari kata sanggar, sanggar itu dari dulu sebelum Islam masuk bahkan Hindu masuk pun merupakan tempat ibadah leluhur kita menyembah kepada Yang Maha Kuasa,” ujar Raden Nanung Muhammad Suradi kepada RRI, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menyebut, ketika Islam mulai berkembang di Cirebon, fungsi sanggar kemudian diteruskan menjadi langgar sebagai tempat pelaksanaan ibadah dan tradisi keagamaan masyarakat. Perubahan tersebut tidak menghilangkan nilai budaya yang telah hidup sebelumnya, melainkan beradaptasi dengan ajaran Islam.“Berlalu menjadi langgar yang diteruskan oleh leluhur kita ketika masuk Islam, langgar itu digunakan untuk acara-acara tradisi dan juga untuk sholat,” kata Raden Nanung Muhammad Suradi.
Menurutnya, pendekatan budaya menjadi salah satu cara efektif dalam penyebaran Islam di wilayah Cirebon, terutama melalui perpaduan tradisi dan kesenian yang tetap mempertahankan nilai religius. Langgar Agung menjadi salah satu bukti bagaimana proses dakwah berlangsung secara damai dan diterima masyarakat.
Keberadaan Langgar Agung hingga kini memperlihatkan kesinambungan sejarah spiritual masyarakat Cirebon, mulai dari tradisi leluhur hingga berkembang menjadi pusat aktivitas keagamaan Islam di lingkungan Keraton Kasepuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....