Padukan Agama dan Tradisi, Ini Fungsi Langgar Agung Kasepuhan

  • 28 Mei 2026 12:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Langgar Agung di dalam kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon masih difungsikan sebagai pusat ibadah Sultan, keluarga keraton, dan masyarakat sekitar sekaligus menjadi bagian penting dari syiar Islam yang memadukan tradisi dan budaya hingga saat ini. Bangunan yang berada di sebelah barat halaman Kemandungan itu menjadi simbol keberlanjutan fungsi keagamaan di lingkungan keraton dari masa ke masa.

Keraton Kasepuhan yang berlokasi di Jalan Kasepuhan Nomor 43, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, merupakan salah satu pusat sejarah penyebaran Islam di Cirebon yang masih mempertahankan berbagai bangunan sakral, termasuk Langgar Agung. Posisi langgar berada di area dalam keraton dan dikelilingi tembok berkapur putih dengan gerbang yang tegak lurus terhadap pintu utama dan mihrab.

Wakil Kepala Pemandu Keraton Kasepuhan, Raden Nanung Muhammad Suradi, mengatakan Langgar Agung sejak awal memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah yang terus dipertahankan sampai sekarang. “Langgar itu digunakan untuk acara-acara tradisi dan juga untuk sholat, untuk perayaan-perayaan juga bisa, dan berfungsi sebagai syiar Islam,” ujar Raden Nanung Muhammad Suradi kepada RRI, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurutnya, syiar Islam di Cirebon sejak dahulu berkembang melalui pendekatan budaya yang menggabungkan unsur agama dengan kesenian dan tradisi masyarakat setempat. Cara tersebut menjadikan aktivitas keagamaan lebih mudah diterima masyarakat tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

“Syiar Islam itu dengan cara memadukan antara unsur agama dengan kesenian dan tradisi. Nah ini yang ada di Kraton Kesepuhan namanya Langgar Agung atau langgar besar,” kata Raden Nanung Muhammad Suradi.

Ia menjelaskan, fungsi Langgar Agung sebagai tempat ibadah tidak hanya digunakan masyarakat sekitar, tetapi juga keluarga Sultan Keraton Kasepuhan. Pada momen tertentu seperti Hari Raya Idulfitri, pelaksanaan salat Id juga dilakukan di lokasi tersebut sebelum dilanjutkan ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

“Bukan saja masyarakat, tapi Sultan dan keluarga pun di Kraton Kesepuhan ini sholat di Langgar Agung,” ucap Raden Nanung Muhammad Suradi.

Keberadaan Langgar Agung hingga kini menunjukkan bagaimana warisan budaya dan nilai keislaman di lingkungan Keraton Kasepuhan tetap berjalan beriringan. Tempat ibadah bersejarah ini sekaligus menjadi bagian penting dari identitas sejarah Islam di Kota Cirebon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....