Menjaga Denyut Spiritual 24 Jam di Masjid Agung Sang Cipta Rasa
- 26 Mei 2026 15:07 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon tetap berfungsi aktif sebagai pusat ibadah yang terbuka selama 24 jam. Pada saat yang sama, bangunan bersejarah ini menjadi destinasi wisata religi yang mempertahankan tradisi dan nilai sejarah Islam di wilayah Cirebon.
Keberadaan masjid tertua tersebut memperlihatkan bagaimana warisan penyebaran Islam tetap hidup di tengah masyarakat. Hingga kini, bangunan suci itu terus digunakan secara aktif oleh warga setempat maupun pendatang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Sebagai salah satu masjid tertua di Cirebon, Masjid Sang Cipta Rasa masih mempertahankan fungsi utamanya secara konsisten. Tempat ini menjadi ruang ibadah yang khusyuk bagi masyarakat maupun peziarah yang datang dari berbagai penjuru daerah.
Aktivitas salat berjamaah, wisata sejarah, dan kegiatan keagamaan rutin terus berlangsung tanpa henti di lingkungan masjid. Denyut spiritual di tempat ini seolah tidak pernah meredup dan selalu memancarkan ketenangan bagi siapa saja yang berkunjung.
Wakil Kepala Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon, Raden Nanung Muhammad Suradi, mengatakan masjid dibuka penuh selama satu hari. Pihak pengelola memastikan tidak ada penutupan aktivitas ibadah bagi masyarakat yang ingin mendirikan salat di sana.
“Masjid setiap hari dibuka 24 jam, beda dengan masjid lain, jadi kalau mau salat jam satu malam juga boleh, hanya pintu depannya ditutup dan masuk dari belakang,” ujar Nanung kepada RRI, Kamis, 14 Mei 2026. Penjelasan tersebut menegaskan keterbukaan masjid kuno ini dalam melayani kebutuhan spiritual umat tanpa batasan waktu.
Keberlangsungan aktivitas masjid didukung oleh keberadaan ruang utama yang masih mempertahankan bentuk arsitektur asli bangunan lama. Selain itu, terdapat pula area tambahan hasil perluasan yang dirancang untuk menampung jemaah dalam jumlah lebih besar.
Ruang utama masjid diperkirakan dapat menampung sekitar ratusan jemaah yang ingin beribadah di bagian dalam. Sementara itu, area luar bangunan sengaja digunakan ketika kapasitas di dalam sudah meningkat, terutama saat salat Jumat atau hari besar Islam.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai latar belakang daerah. Mereka datang karena ingin melihat langsung peninggalan sejarah penyebaran Islam di Cirebon yang masih terawat dengan sangat baik.
Para pengunjung dapat menyaksikan langsung arsitektur khas abad silam dan tradisi unik yang hingga kini masih dijaga kelestariannya. Kehadiran wisata religi tersebut turut memperkuat posisi Masjid Sang Cipta Rasa sebagai bagian penting dari identitas budaya Kota Cirebon.
Masjid yang dibangun pada masa Sunan Gunung Jati itu hingga kini tetap teguh mempertahankan nilai sejarahnya. Perkembangan zaman yang kian modern tidak mengikis fungsi sosial dan spiritual yang melekat pada rumah ibadah ini.
Keberadaannya di kompleks keraton menjadi pengingat penting mengenai jejak panjang syiar Islam di pesisir utara Jawa Barat. Melalui dinding-dinding kayunya yang kokoh, Masjid Sang Cipta Rasa terus menyampaikan pesan kedamaian Islam yang abadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....