Laju Pedal di Kota Udang: Saat Geopolitik Global Mengubah Cara ASN Cirebon Ngantor

  • 13 Apr 2026 22:13 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, CIREBON – Riak ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran ternyata getarannya sampai ke aspal jalanan Kota Cirebon. Terganggunya jalur nadi energi di Selat Hormuz memicu Pemerintah Pusat untuk segera menarik tuas "rem" pada penggunaan bahan bakar nasional.

Langkah taktis ini disambut cepat oleh Pemerintah Kota Cirebon. Melalui instruksi Wali Kota, para aparatur sipil negara (ASN) kini didorong untuk memarkirkan kendaraan pribadinya dan beralih ke moda transportasi yang lebih ramah kantong serta ramah lingkungan: angkutan umum, ojek daring, hingga sepeda.

Geliat Baru di Jalur Sepeda

Fenomena menarik pun terlihat di sudut-sudut kota. Jalur sepeda yang biasanya lengang, kini kembali diramaikan oleh para abdi negara yang menggowes menuju kantor. Pemandangan ini seolah membangkitkan memori masa pandemi, namun kali ini alasannya lebih mendesak: efisiensi energi di tengah ketidakpastian harga minyak dunia.

Bagi sebagian ASN, bersepeda bukan sekadar kepatuhan pada instruksi, melainkan siasat cerdas. Di saat stok BBM menjadi perhatian global, mengandalkan kekuatan fisik untuk mobilitas dianggap sebagai solusi paling masuk akal sekaligus menyehatkan.

Bersemi di Bengkel Lokal

Kebijakan ini nyatanya menjadi "angin segar" yang tak terduga bagi para pelaku UMKM di sektor hobi. Toko dan bengkel sepeda di penjuru Cirebon mendadak sibuk. Sepeda-sepeda lama yang sebelumnya hanya berdebu di gudang, kini kembali "turun gunung" untuk mendapatkan perawatan.

Ardi, seorang teknisi sepeda senior, merasakan betul lonjakan ini. Ia bercerita betapa sibuknya ia belakangan ini mengurus rantai dan ban sepeda yang ingin segera digunakan kembali oleh pemiliknya.

"Luar biasa dampaknya. Biasanya sehari paling cuma pegang 3 sampai 5 sepeda, sekarang bisa sampai 20 unit antre di bengkel," ujar Ardi sambil sibuk menyetel gir sepeda pelanggan.

Lonjakan permintaan jasa servis hingga empat kali lipat ini menjadi bukti nyata bahwa instruksi penghematan energi disambut serius. Kota Cirebon kini tak hanya sedang berupaya menjaga stabilitas energi, tapi juga secara tidak langsung sedang merajut kembali budaya hidup sehat di tengah tantangan krisis global yang melanda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....