Mudik Motor Semarang–Sumatera, Pasangan Ini Nikmati Perjalanan
- 14 Mar 2026 17:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Mudik Lebaran biasanya identik dengan perjalanan panjang yang melelahkan. Namun bagi pasangan suami istri Yayano dan Widiawati, perjalanan mudik justru menjadi momen yang dinikmati layaknya petualangan.
Sejak pindah domisili ke Semarang pada 2022, pasangan ini rutin mudik setiap tahun menuju kampung halaman mereka di Sumatera dengan menggunakan sepeda motor. Tujuan mudik mereka bergantian antara keluarga di Palembang, Sumatera Selatan, dan keluarga di Batam, Kepulauan Riau.
“Tahun ini kami ke Palembang, tempat orang tua istri. Tahun depan biasanya ke Batam, tempat orang tua saya. Walaupun jauh beribu kilometer, rasanya tetap ingin merayakan Lebaran di kampung halaman,” ujar Yayano saat ditemui RRI di Rest Area Kementerian PU jalur arteri Mundu pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Berbeda dari kebanyakan pemudik yang memilih kendaraan umum atau pesawat, pasangan ini justru memilih sepeda motor sebagai moda transportasi utama. Menurut Yayano, perjalanan dengan sepeda motor memberi pengalaman tersendiri karena mereka bisa menikmati setiap daerah yang dilalui.
“Kalau naik motor kita bisa melihat kampung-kampung orang, ketemu banyak daerah. Dari Jawa Tengah lewat Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung sampai Sumatera Selatan,” katanya.
Bagi mereka, perjalanan mudik bukan sekadar mencapai tujuan, tetapi juga menikmati proses perjalanan seperti touring. Kebetulan, keduanya memang memiliki hobi menjelajahi berbagai daerah.
Menjalani Puasa di Tengah Perjalanan
Meski menempuh perjalanan panjang, Yayano dan istrinya tetap menjalankan ibadah puasa selama perjalanan mudik. Ia mengaku tantangan terbesar saat berkendara jarak jauh adalah teriknya panas di jalan, namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk tetap berpuasa.
“Alhamdulillah dari 2022 sampai sekarang kami tetap puasa selama perjalanan. Tidak pernah batal,” ujarnya.
Selain sebagai ibadah, menurut Yayano, berpuasa juga membantu menghemat biaya perjalanan karena mereka hanya makan saat sahur dan berbuka.
Menikmati Perjalanan dan Bertemu Banyak Orang
Perjalanan mudik menggunakan sepeda motor juga menghadirkan banyak pengalaman berkesan bagi pasangan ini.bMereka sering bertemu dengan orang-orang baru di perjalanan, mulai dari sesama pemudik hingga relawan di pos mudik.
“Kadang di pos mudik kita bertemu orang yang sebelumnya tidak kenal, akhirnya jadi kenal. Itu yang membuat perjalanan terasa menyenangkan,” katanya.
Namun perjalanan jauh tentu tidak lepas dari tantangan, seperti hujan, panas terik, hingga antrean panjang di pelabuhan saat menyeberang. Meski demikian, mereka tetap menikmati perjalanan tersebut karena yakin akan sampai di kampung halaman.
Perjalanan Hingga Berhari-hari
Jika tujuan mudik adalah Palembang, perjalanan biasanya ditempuh sekitar dua hari. Sementara jika menuju Batam, perjalanan bisa mencapai lima hari empat malam karena harus melalui dua kali penyeberangan laut.
Pertama dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Kuala Tungkal di Jambi sebelum menyeberang menuju Batam. Dalam perjalanan tersebut, mereka melewati hingga sembilan provinsi sebelum akhirnya sampai ke tujuan.
Harapan untuk Fasilitas Mudik
Yayano berharap pemerintah dapat menambah jumlah posko mudik, khususnya di jalur lintas Sumatera yang masih memiliki banyak kawasan hutan. Menurutnya, keberadaan pos mudik sangat membantu pemudik yang menempuh perjalanan jauh.
“Kalau bisa pos mudik di Sumatera diperbanyak. Jalan yang berlubang juga diperbaiki supaya perjalanan lebih aman. Karena tujuan kita mudik untuk merayakan Lebaran bersama keluarga, bukan untuk mengalami hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Bagi Yayano dan Widiawati, perjalanan mudik bukan sekadar pulang kampung. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menikmati perjalanan, bertemu orang baru, serta merasakan keragaman budaya dan kuliner di berbagai daerah yang mereka lewati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....