Desa Melakasari: Menanggung Beban di Hilir irigasi Maneungteung
- 01 Jan 2026 20:56 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Saluran irigasi seharusnya menjadi urat nadi kehidupan bagi para petani. Namun hari ini, aliran jernih itu telah berubah menjadi hamparan limbah plastik dan domestik.
Ini lah yang terjadi di Desa Melakasari Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, dimana saluran irigasi justru menjadi saksi bisu tumpukan ego manusia. Setiap musim penghujan tiba, Desa Melakasari yang menjadi hilir dari saluran irigasi Maneungteung, menjadi Desa yang terdampak tumpukan sampah akibat ulah orang-orang tidak bertanggung jawab, yang menjadikan sungai sebagai tempat favorit untuk membuang sampah.
Meski berulang kali dibersihkan, namun sampah kembali menumpuk di saluran irigasi saat hujan turun. Kuwu Melakasari Sochibi menuturkan, pihaknya bersama masyarakat tidak pernah lelah untuk membersihkan saluran irigasi dari tumpukan sampah, meski sebenarnya cukup prihatin karena sampah yang menumpuk merupakan sampah kiriman dari Desa lain, bukan karena ulah masyarakat Desanya yang membuang sampah ke Sungai.
"Mudah-mudahan ada solusi dari permasalahan ini dan berharap masyarakat dari Desa yang lain memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah ke Sungai," ucap Sochibi saat ditemui RRI, Kamis (1/1/2026).
Tumpukan sampah di saluran irigasi, selain mengganggu estetika lingkungan juga menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi memunculkan penyakit. Hal ini pun dikeluhkan oleh masyarakat Desa Melakasari, salah satunya yakni Ali Agung Subakti.
Meski mengaku sangat prihatin dengan kondisi ini, namun dirinya sangat mengapresiasi dengan kinerja Pemerintahan Desa karena selalu bergerak cepat untuk membersihkan ketika sampah kiriman datang.
"Alhamdulillah Kuwu yang sekarang dan perangkat desanya selalu bergerak cepat, sehingga sampah tidak pernah menumpuk," kata Ali Agung Subakti.
Hal yang sama juga disampaikan Kartono Tokoh Masyarakat Desa Melakasari. Gerak cepat Pemerintah Desa dan masyarakat untuk membersihkan tumpukan sampah di saluran irigasi patut diacungi jempol, karena jika dibiarkan bisa berakibat buruk bagi masyarakat seperti banjir dan bau tak sedap.
"Masyarakat dari Desa lain juga harus bisa saling menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah ke Sungai, karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat yang ada di hilir saluran irigasi," ujar Kartono.
Untuk menyelesaikan persoalan sampah di saluran irigasi Maneungteung harus ada sinergi diantara Desa-Desa yang dilintasi, karena saluran irigasi ini melintas di sejumlah Desa dan Kecamatan. Koordinator Tim Sapu Bersih (Saber) Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Roiman mengungkapkan, pihaknya sudah mendorong pihak-pihak terkait baik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dan Kuningan, serta Kecamatan dan Desa, agar melakukan langkah konkret sehingga persoalan sampah di saluran irigasi yang sudah terjadi bertahun-tahun ini bisa tertangani dengan baik.
"Harus ada sinergitas antar Kecamatan dan Desa, karena permasalahan ini tidak bisa hanya ditangani Desa Melakasari. Selama masyarakat di hulu masih membuang sampah ke sungai, maka masyarakat di hilir yang akan terus-menerus menanggung imbasnya," ucap Roiman.
Menjaga kebersihan saluran irigasi bukan sekadar tugas petugas kebersihan atau pemerintah desa. Tanpa perubahan perilaku, saluran irigasi akan tetap menjadi tempat pembuangan sampah sampai kapan.