Menembus Batas, Kokoy Kurnaeti Raih Anugerah Presiden Prabowo
- 30 Nov 2025 19:39 WIB
- Cirebon
KBRN, Kuningan : Prestasi membanggakan kembali lahir dari Kabupaten Kuningan melalui sosok Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd., Kepala SLBN Taruna Mandiri, yang meraih Juara 2 Nasional pada ajang Anugerah GTK Hebat 2025 kategori Kepala SLB Dedikatif. Namanya diumumkan sebagai salah satu penerima penghargaan tingkat nasional setelah melalui rangkaian seleksi ketat mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat.
Kokoy mengawali perjuangannya dari seleksi tingkat Jawa Barat dengan bersaing bersama 13 kandidat Kepala SLB Dedikatif lainnya. Konsistensi kepemimpinan, program vokasional yang terstruktur, dan pola manajemen berbasis kolaborasi menjadikan dirinya meraih Juara 1 tingkat provinsi.
Predikat tersebut mengantarkan Kokoy menjadi satu-satunya wakil Jawa Barat yang berhak melanjutkan seleksi ke tingkat nasional. Tahap presentasi dan wawancara nasional yang berlangsung pada 26 November 2025 menjadi tantangan yang ia jawab dengan penuh keyakinan.
Di hadapan para penguji, Kokoy memaparkan program unggulan “Penguatan SLB Vokasional melalui Program Taruna Nagara (Ngahiji, Ngabakti, Ngajadi, Raharja)”, sebuah konsep pendidikan vokasional yang ia rumuskan untuk menumbuhkan kemandirian, produktivitas, serta karakter unggul bagi peserta didik berkebutuhan khusus. “Saya ingin menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berdiri sejajar dengan yang lain melalui kemandirian yang dibangun sejak sekolah,” ujarnya, saat dihubungi melalui sambungan selule pada Minggu (30/11/2025).
Beberapa jam setelah proses wawancara nasional, pengumuman resmi dari Kemendikbudristek menempatkan Kokoy sebagai Juara 2 Nasional Kepala SLB Dedikatif. Penganugerahan dilaksanakan pada 27 November 2025 di Istora Senayan Jakarta dan disaksikan jutaan penonton melalui siaran televisi nasional. Pada momen itu, lencana kehormatan disematkan oleh Presiden Prabowo Subianto secara langsung.
Kokoy juga berkesempatan menyerahkan Batik Muning Cerme karya guru dan siswa tunarungu SLBN Taruna Mandiri kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Prestasi ini semakin istimewa karena Kokoy adalah pemimpin lembaga pendidikan yang memiliki disabilitas netra.
Ia tampil bersaing sejajar dengan kepala sekolah dari seluruh Indonesia yang sebagian besar berlatar belakang non-disabilitas. Dedikasinya menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak pernah menghalangi kualitas kepemimpinan seorang pendidik.
“Saya hanya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Anak-anak kami membutuhkan teladan bahwa mereka pun mampu meraih prestasi,” tegasnya.
Selama memimpin SLBN Taruna Mandiri, Kokoy mengembangkan berbagai program inovatif yang memperkuat kapasitas sekolah. Penguatan vokasional menjadi prioritas dengan memaksimalkan potensi siswa melalui pelatihan keterampilan, produksi batik, pertanian ramah lingkungan, serta kewirausahaan berbasis komunitas. Ia juga memperkuat pembinaan guru, pusat intervensi dini, hingga perluasan jejaring kerja sama.
Kolaborasi internasional pun digarap secara konsisten. SLBN Taruna Mandiri bekerja sama dengan Prof. Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine terkait penguatan program intervensi dan terapi. Sekolah ini juga pernah menerima kunjungan khusus dari Ukai Saito Sensei, CEO Tasuc Corporation, yang menilai model pendidikan vokasional di SLBN Taruna Mandiri berpotensi menjadi rujukan.
Dalam kesehariannya, Kokoy dikenal sebagai figur yang hangat, inklusif, dan berkomitmen tinggi pada kualitas layanan pendidikan. Ia sering menegaskan bahwa seluruh inovasi yang lahir dari sekolahnya tidak terlepas dari dedikasi guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta dukungan masyarakat.
“Prestasi ini adalah milik kita semua. Saya hanya perantara. Yang terpenting, anak-anak kita harus mendapatkan pendidikan yang terbaik,” ungkapnya.
Atas prestasinya di ajang nasional, Kokoy menerima apresiasi uang pembinaan sebesar Rp7.500.000. Namun ia menyampaikan bahwa nilai terbesar bukanlah materi, melainkan kesempatan memperjuangkan pendidikan inklusif agar lebih dihargai.
“Selama Allah memberi kesehatan, saya akan terus berjuang di dunia pendidikan luar biasa,” tutupnya.
Dedikasi Kokoy Kurnaeti kini menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan Indonesia dan kebanggaan besar bagi masyarakat Kuningan. Sosoknya membuktikan bahwa komitmen, keberanian, dan cinta terhadap peserta didik mampu membuka ruang prestasi tanpa batas.