Ketegara Rara Pertahankan Iman Meski Harus Terusir
- 05 Mei 2025 20:59 WIB
- Cirebon
KBRN, Kuningan: Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, Rara Baraspatih telah menghadapi ujian hidup yang tak ringan. Remaja asal Bandar Lampung itu kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan tragis. Tak lama setelah itu, cobaan datang lagi, ia diminta meninggalkan keyakinan agamanya.
“Saya tidak bisa. Saya sudah beriman sejak kecil. Itu yang diajarkan ayah dan ibu saya,” kata Rara dengan suara bergetar, mengenang saat ia diminta untuk berpindah agama oleh kerabatnya sendiri.
Karena menolak, Rara diusir dari rumah. Sendirian, ia memutuskan melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman orang tuanya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bukan hanya untuk mencari keluarga, tapi juga mencari tempat di mana ia bisa tetap setia pada keimanannya.
“Dalam hati, saya hanya berdoa, semoga Allah jaga saya. Saya hanya ingin tetap beriman,” ucap Rara pelan.
Setibanya di Kuningan, warga menemukannya dalam kondisi kelelahan. Pemerintah desa bersama Dinas Sosial bergerak cepat mencari informasi dan akhirnya menemukan nenek Rara, Askinah, di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin.
Pertemuan Rara dan neneknya berlangsung haru di Balai Desa Cipondok, Senin (5/5/2025). Saat pelukan terjalin, air mata tumpah. Bukan hanya tangisan rindu, tapi juga pelampiasan dari luka batin yang lama dipendam.
“Saya sangat bahagia, cucu saya kembali. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantunya,” ujar Askinah dengan suara bergetar, memeluk erat cucunya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Toto Toharudin, menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin hak kebebasan beragama setiap warga, termasuk Rara.
“Ini soal kemanusiaan dan juga hak beragama. Kami pastikan Rara mendapat perlindungan psikologis dan hak pendidikannya,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari paman Rara, Wawang, yang menyebut keberanian keponakannya sebagai bukti keteguhan hati.
“Ia tetap pada imannya, dan itu tidak mudah. Terima kasih kepada semua yang sudah menyelamatkannya,” ujarnya.
Kini, di pelukan sang nenek dan di tanah kelahiran orang tuanya, Rara perlahan menyembuhkan luka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....